IMAN Kupang: Sepak Bola NTT Jangan Jadi Ladang Politik – ETMC Harus Kembali ke Rakyat

Floresupdate.com, Kupang – Ikatan Mahasiswa Asal Kecamatan Nangapanda (IMAN Kupang) menyatakan keprihatinan mendalam atas pembatalan Kabupaten Ende sebagai tuan rumah El Tari Memorial Cup (ETMC) 2025. Keputusan tersebut dianggap mencederai semangat solidaritas dan kebersamaan yang selama ini menjadi ciri khas sepak bola Nusa Tenggara Timur.

Allan Eden Ketua Umum IMAN Kupang kepada media ini melalui Via WhatsApp pada tanggal 29 Juli 2025, menegaskan bahwa pembatalan ini bukan lagi soal teknis atau kesiapan daerah, melainkan mencerminkan bagaimana jenjang olahraga hari ini dijadikan alat permainan politik oleh segelintir elit.

“Sepak bola NTT tidak boleh dijadikan ladang politik. Ini adalah ruang solidaritas, ruang kebersamaan, dan ruang ekspresi generasi muda,” tegasnya.

IMAN Kupang turut menyoroti tiga alasan pembatalan. Yakni efisiensi anggaran, permintaan klub, dan kondisi sosial daerah yang dinilai sangat tidak relevan dengan situasi Kabupaten Ende saat ini. Pasalnya, Pemkab Ende telah menyatakan kesiapan. Anggaran telah disiapkan, dan situasi daerah dinyatakan kondusif untuk menggelar ETMC.

“Tiga alasan yang digunakan sangat tidak masuk akal. Jika ini dibiarkan, maka ruang-ruang publik seperti olahraga akan terus dikendalikan oleh mereka yang hanya mengejar kepentingan sesaat,” lanjut Allan.

Rasa kecewa bukan hanya datang dari IMAN Kupang. Bupati Ende sendiri secara terbuka menyampaikan kekecewaannya, karena merasa tidak dihargai dan dikonsultasikan dalam pengambilan keputusan ini. Lebih jauh, masyarakat Kabupaten Ende, terlebih kaum muda pecinta bola kaki, merasa dihianati dan diabaikan. ETMC bagi mereka bukan sekadar turnamen, melainkan bagian dari identitas dan kebanggaan bersama.

IMAN Kupang pun menyerukan agar Asprov PSSI NTT dan semua pemangku kepentingan mengembalikan semangat sepak bola NTT kepada rakyat. Menjadikan ETMC kembali sebagai ruang edukatif, kompetitif, dan inklusif.

“Kami berdiri bersama masyarakat dan anak-anak muda yang mencintai bola kaki bukan karena seragam atau jabatan, tapi karena mimpi dan semangat Flobamora yang hidup di lapangan,” tutup Allan.

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan, Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!