
Kalabahi, Floresupdate.com —Menanggapi Pemberitaan secara sepihak, Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Kabupaten Alor memberikan keterangannya kepada Media ini bahwa terkait alokasi dana untuk perencanaan pembangunan Jembatan Kalunan, Jembatan Pido dan Jembatan Nulle yang rusak akibat Bencana Seroja pada tahun 2021 lalu yaitu sebesar Rp. 200 Juta lebih, Prosesnya kini sudah sampai di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan BNPB telah mengajukan alokasi anggaran kepada Kementrian Keuangan untuk pembangunannya.
Adapun perencanaan 3 jembatan kalunan, pido, dan nule tersebut menjadi tanggungjawab pemerintah daerah, hal tersebut dilakukan melalui kerjasama dengan politeknik dan telah dilakukan survei lokasi menggunakan boring test, juga dilanjutkan asistensi dan dibahas 2 kali di Balai Pelaksana Jalan Jembatan Kementerian PU yang berada di kupang. Demikian disampaikan Kepala BPBD Alor, Obeth Bolang, S.Sos, M.AP., pada Selasa, 27/01/2026 sore.
Lanjut Bolang setelah dilengkapi beberapa administrasi lainnya dari pemprov, selanjutnya disampaikan ke BNPB dan dilakukan review APIP kemudian BNPB menyampaikan ke Kementerian Keungan untuk diproses. Pada kesempatan itu Obet meminta kepada semua pihak untuk menunggu proses yang sementara berlangsung di Kementrian keuangan.
“sekarang kita menunggu, karena itu sudah kewenangan pemerintah pusat utk penganggarannya dan alokasi anggaran juga tdk sebesar yg diberitakan, kurang lebih 200 an juta untuk perencanaannya.”Ujar Obeth.
Penjabat Sementara Setda Alor itu juga menambahkan bahwasanya pimpinan dan sejumlah anggota DPRD Alor juga sudah beberapa kali berkoordinasi ke BNPB jadi tentu semua proses, tahapan dan perkembngannya sudah diketahui bersama.
Menangkis adanya pemberitaan yang menjelaskan bahwa ada anggaran fantastis sebesar 1 Milyar, Obeth pun membantah hal tersebut.
“Itu tidak betul, kan anggarannya untuk perencanaan, kerjasama, koordinasi dengan politeknik, jadi kita menunggu, dan jangan dilebih lebihkan” .Tutup Obeth dengan Tegas.


