Floresupdate.com, Ende – Pengamanan terhadap Objek Vital Nasional (Obvitnas) Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ropa, Kabupaten Ende, dinilai belum berjalan maksimal. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran akan terganggunya pasokan listrik di wilayah Flores apabila aktivitas operasional PLTU terhambat.
Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, pada Sabtu, 18 juli 2026 sekelompok orang yang belum diketahui identitasnya diduga melakukan aksi dengan melarang aktivitas pembongkaran batu bara serta mengunci pintu gerbang masuk PLTU Ropa. Tindakan tersebut menyebabkan proses bongkar muat batu bara yang menjadi bahan bakar utama pembangkit tidak dapat dilakukan.
Akibat terhentinya pasokan batu bara, operasional PLTU Ropa dikhawatirkan akan terganggu. Jika kondisi ini terus berlanjut, ketersediaan bahan bakar pembangkit dapat menipis dan berpotensi memengaruhi pasokan listrik bagi masyarakat di Pulau Flores.
Menyikapi situasi tersebut, sejumlah pihak meminta Kapolres Ende beserta jajaran segera mengambil langkah tegas untuk menjamin keamanan Objek Vital Nasional PLTU Ropa. Pengamanan dinilai penting agar aktivitas operasional pembangkit dapat kembali berjalan normal sesuai ketentuan yang berlaku.
“PLTU Ropa merupakan Objek Vital Nasional yang berperan penting dalam menjaga keandalan pasokan listrik. Karena itu, aparat kepolisian diharapkan segera bertindak untuk memastikan tidak ada pihak yang menghambat operasional pembangkit,” ujar salah satu sumber.
Selain melakukan pengamanan, aparat kepolisian juga diminta mengusut pihak-pihak yang diduga melakukan penguncian gerbang dan menghentikan aktivitas pembongkaran batu bara. Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan kepastian hukum sekaligus mencegah terulangnya kejadian serupa.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Ende maupun manajemen PLTU Ropa terkait peristiwa tersebut. Floresupdate.com masih berupaya mengonfirmasi kedua pihak guna memperoleh penjelasan lebih lanjut.





