
Floresupdate.com, Jakarta—PT.Pertamina Trans Kontinental (PTK) hari ini secara resmi menerima sertifikasi ISO 50001:2018 sistem manajemen energi, yang dirangkaikan dengan kegiatan penganugerahan sertifikasi dan upskilling manajemen energi.
Pencapaian ini menjadi tonggak penting karena ISO 50001 merupakan sertifikasi ISO pertama yang diraih PTK di bawah PT Pertamina International Shipping, Subholding Integrated Marine Logistics (IML).
Sertifikat ISO 50001:2018 tersebut secara langsung diserahkan oleh CEO KRQA-SQC Certification Services, Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA, kepada Direktur PT Pertamina Trans Kontinental, Bapak I Ketut Laba, serta disaksikan oleh jajaran Direksi Pertamina, Vice President, dan Senior Manajemen Pertamina. Turut hadir dalam acara ini dr. Augustinus Yohanes KL (Manager Operations & Technical KRQA), Gregorius Paulus (Business Development KRQA), serta Elizabeth S. BL de Rozari, SE, Senior Consultant dari PT BMSI.
Penerapan ISO 50001 ini sejalan dengan PP No. 33 Tahun 2023 tentang Konservasi Energi, Permen ESDM No. 8 Tahun 2025 tentang Manajemen Energi, serta kebijakan Sistem Manajemen Energi PT Pertamina (Persero) dan Project Charter Environmental, Social, and Governance (ESG) di lingkungan Sub holding IML.
Sertifikasi diperoleh melalui proses audit eksternal independen oleh KRQA-SQC Certification Services, dengan Audit Stage 1 pada 24-28 Desember 2025 dan Audit Stage 2 pada 29-30 Desember 2025, yang dipimpin oleh Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA, bersama Lead Auditor internasional Mr. Praveen Kumar & Mr. Mr. Chaitanya Sharma dari SQC Certification Services India.
Pencapaian ini menegaskan komitmen PTK dalam meningkatkan efisiensi energi, kepatuhan terhadap praktik terbaik global, serta kesiapan perusahaan dalam mengembangkan dan mengimplementasikan sistem manajemen energi yang selaras dengan roadmap Pertamina dan agenda ESG.
Dengan telah tersertifikasinya ISO 50001:2018, PT Pertamina Trans Kontinental semakin memperkuat daya saing, kredibilitas, dan kepercayaan pasar nasional maupun internasional, sekaligus membuka peluang yang lebih luas dalam tender strategis yang mensyaratkan standar manajemen berkelas dunia.





