Floresupdate.com, Denpasar – KRQA-SQC Certification Services, badan sertifikasi lokal berbasis di Indonesia namun berstandar internasional, kembali melaksanakan perpanjangan sertifikasi ISO 9001:2015 di PT Bali Duta Mandiri, Denpasar, Kamis 15 Januari 2026. Perusahaan penempatan tenaga kerja tersebut telah menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 secara konsisten sejak tahun 2017.
Audit dan proses pembimbingan dilakukan langsung oleh International Auditor Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA, dan turut disaksikan oleh Direktur PT Bali Duta Mandiri, Dr. IGM Riko Hendrajana, SST.Par, SE, MM.
Dalam keterangannya setelah audit, Dr. Karolus menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen KRQA-SQC untuk memperkuat implementasi sistem manajemen mutu khususnya pada sektor penempatan tenaga kerja nasional.
“Kami hadir untuk memberikan penguatan sistem manajemen mutu agar perusahaan semakin siap bersaing di pasar global, khususnya dalam proses rekrutmen dan penempatan tenaga kerja ke luar negeri,” ujar Dr. Karolus.
PT Bali Duta Mandiri telah berdiri sejak tahun 2007 dan beroperasi di bawah naungan Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPB) Bali, yang beralamat di Jl. Kecak No. 12, Tonja, Denpasar Utara. IPB Bali dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan vokasional dan akademik terkemuka di Indonesia, dengan penerimaan mahasiswa baru mencapai 1.550 mahasiswa setiap tahun, mulai dari jenjang D3, D4, S1, S2 hingga S3 dalam berbagai bidang keilmuan. Selain itu, IPB Bali mengelola Program Latihan Kerja dengan masa studi satu hingga dua tahun pada bidang food and beverage service, food production dan bartending.
Selama lebih dari satu dekade, PT Bali Duta Mandiri menjadi salah satu perusahaan terdepan dalam penempatan tenaga kerja terampil dan profesional, baik di sektor maritim maupun hospitality. Perusahaan ini memiliki jaringan penempatan internasional di Timur Tengah, Amerika Serikat, Taiwan, Thailand, Singapura dan Jepang, serta telah memasok pelaut dan kru kapal pesiar ke perusahaan global seperti Star Cruises Asia dan Royal Caribbean. Berdasarkan data terbaru, perusahaan mampu menempatkan 500 hingga 1.000 tenaga kerja setiap bulan.
Melihat potensi tersebut, Dr. Karolus menegaskan komitmen jangka panjang KRQA-SQC dalam mendukung daya saing perusahaan Indonesia di level global.
“Kami berkomitmen menjalin kolaborasi jangka panjang, memperkuat standar mutu dan membuka ruang akselerasi bagi pekerja Indonesia di pasar tenaga kerja dunia,” tegasnya.
Pada akhir kegiatan, Dr. Karolus menyampaikan pesan penuh semangat kepada putra-putri Nusa Tenggara Timur (NTT) yang kini sedang menimba ilmu dan bekerja di Bali. Ia mengingatkan bahwa anak muda NTT memiliki peluang besar untuk bersinar di sektor pariwisata, baik di Indonesia maupun di level internasional. Ia menyisipkan pepatah bernas “Jika kita menjaga martabat, rezeki dan kehormatan akan mengikuti”.
“Pepatah ini menjadi pengingat bahwa prestasi tidak hanya datang dari kecerdasan, tetapi dari sikap, perilaku, dan integritas yang kita tunjukkan setiap hari,” ujarnya.
Dr. Karolus menegaskan bahwa kesempatan belajar, bekerja, dan bertemu dunia tidak boleh disia-siakan. Anak muda NTT harus berani bermimpi besar, belajar lebih sungguh-sungguh, dan membuktikan kemampuan diri. Manfaatkan peluang untuk menunjukkan kualitas kerja dan karakter.
Lebih jauh, ia mengajak generasi muda NTT untuk menjadi duta daerah di luar tanah kelahiran, melalui prestasi dan etika. Saat berada di luar kampung halaman, apalagi di Bali sebagai pusat pariwisata dunia, mari menjaga nama baik NTT. Jangan pernah melakukan hal yang merugikan diri sendiri, keluarga, atau identitas budaya.
“Kita adalah tamu sekaligus perwakilan daerah, jadilah pribadi yang disiplin, tertib, beretika, dan membanggakan,” ujarnya.
Ia juga menumbuhkan keyakinan bahwa anak-anak muda NTT dapat menjadi pelopor promosi pariwisata daerah. NTT memiliki surga dunia yang dikenal dunia seperti Labuan Bajo, Kelimutu, Maumere, Alor, Sumba, Lembata, dan puluhan destinasi lainnya.
“Kalau bukan kita yang menyuarakan keindahannya, siapa lagi?,” tanyanya.
Dengan penuh harapan, Dr. Karolus menutup pesannya.
“Dengan karakter kuat, disiplin, prestasi, dan sikap rendah hati, kita bukan hanya diterima di dunia internasional, kita akan dihormati. Gunakan ilmu, pengalaman, dan keberanian bekerja di sektor pariwisata untuk membangun masa depan, membantu keluarga, dan mengangkat kesejahteraan NTT,” tutupnya.








