4. Jangan Terjebak dengan Janji Kosong dan Pencitraan: Potensi Risiko dan Peluang
Potensi Risiko:
Pencitraan politik yang berlebihan sering kali menipu pemilih, mengarahkan mereka untuk memilih pemimpin yang hanya populer tapi tidak kompeten. Di NTT, ada beberapa contoh di mana pemimpin terpilih hanya karena pencitraan, namun setelah menjabat, mereka tidak dapat memenuhi janji-janjinya. Contoh, ada janji pembangunan jalan baru yang digaungkan dalam kampanye besar-besaran tidak pernah terealisasi, dan masyarakat akhirnya dikecewakan.
Peluang:
Peluangnya, jika masyarakat lebih kritis terhadap janji-janji kampanye dan lebih fokus pada program kerja konkret, hal ini dapat mencegah munculnya pemimpin yang hanya mengandalkan pencitraan. Pemimpin dengan visi jelas tentu akan fokus pada peningkatan layanan kesehatan misalnya dapat membangun 10 pusat kesehatan masyarakat baru, dapat memberikan perubahan signifikan yang berkelanjutan.
Kesimpulan: Membentuk Target Kerja Pemerintah yang Tepat melalui Pemilihan yang Bijak
Masyarakat di NTT, khususnya di Kabupaten Ende, harus lebih bijaksana dalam memilih pemimpin. Dengan menolak politik uang, menghindari memilih berdasarkan kesamaan suku atau agama, dan lebih fokus pada rekam jejak serta kompetensi, kita dapat menciptakan pemerintahan yang lebih efektif. Penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa memilih pemimpin yang benar-benar kompeten dapat meminimalkan risiko stagnasi dan membuka peluang bagi pembangunan berkelanjutan di daerah mereka.
Kasus-kasus nyata dari NTT memperlihatkan betapa pentingnya memilih pemimpin yang kompeten dan memiliki visi yang jelas. Jika target kerja pemerintah difokuskan pada pengentasan kemiskinan, peningkatan pendidikan, dan pelayanan kesehatan yang baik, Kabupaten Ende dapat bangkit dan berkembang dengan cepat.
Malaysia, 21 September 2024.
Karolus Karni Lando “Memilih Pemimpin Berdasar Kompetensi, Bukan Kepentingan Sesaat”





