
Floresupdate.com, Ende – Dalam rangka merespons situasi kelangkaan minyak tanah yang tengah melanda Kota Ende, Bupati Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Yoseph Benediktus Badeoda, melakukan kunjungan resmi ke PT Pertamina Ende yang berlokasi di Kelurahan Tetandara, Kecamatan Ende Selatan, pada Selasa, 23 Juli 2025.
Bupati Ende Yosep Benediktus Badeoda menyebut bahwa pasokan minyak tanah di PT Partamina Ende aman dan lancar.
Namun, menurut Bupati Ende kesalahan soal kelangkaan minyak tanah tersebut pemerintah Kabupaten Ende akan mencari tahu apakah di agen atau di penyalur.
“Ya untuk di Partamina sini sebagai pemasok utamanya minyak tanah di Ende, dari informasi yang disampaikan bahwa pasokan semua aman sesuai dengan kuota, artinya kesalahan soal langkah nya minyak ini bukan disini, jadi kita pemerintah akan mencari tahu apakah ini di agen atau penyalur”, tegas Yoseph
Seperti yang beritakan media ini sebelumnya, Dalam rangka merespons situasi kelangkaan minyak tanah yang tengah melanda Kota Ende, Bupati Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Yoseph Benediktus Badeoda, melakukan kunjungan resmi ke PT Pertamina Ende yang berlokasi di Kelurahan Tetandara, Kecamatan Ende Selatan, pada Selasa, 23 Juli 2025.
Bupati Yoseph, yang turut didampingi oleh sejumlah Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tiba di lokasi pada pukul 11.15 WITA.
Kunjungan ini bertujuan untuk membangun diskusi dengan pihak Pertamina terkait penyebab terjadinya kelangkaan minyak tanah yang belakangan ini dikeluhkan masyarakat.
“Dalam diskusi kami bersama pihak Pertamina, telah dibahas secara mendalam mengenai kondisi pasokan minyak tanah di Kota Ende. Sebagai Kepala Daerah, saya merasa bertanggung jawab untuk mencari solusi konkret atas kelangkaan ini,” ujar Bupati kepada awak media usai pertemuan.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Yoseph turut mempertanyakan jumlah agen minyak tanah resmi yang saat ini beroperasi di wilayah Kota Ende, serta estimasi kebutuhan bulanan masyarakat terhadap komoditas energi tersebut.
Ia juga menyoroti pentingnya langkah-langkah strategis guna menjamin keberlanjutan pasokan di masa mendatang.
“Kami meminta adanya peninjauan terhadap kuota mingguan atau bahkan opsi penambahan agen distribusi. Hal ini penting agar masyarakat tidak terus-menerus mengalami kesulitan dalam memperoleh minyak tanah,” tegasnya.
Sebagai langkah jangka panjang, Bupati mengemukakan rencana Pemerintah Kabupaten Ende untuk mendirikan satu agen distribusi minyak tanah yang dikelola langsung oleh pemerintah daerah.
Agen tersebut diharapkan dapat berperan sebagai cadangan strategis saat terjadi gangguan distribusi atau kelangkaan pasokan.
“Nantinya, pasokan dari agen pemerintah ini akan kami distribusikan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Bundes di setiap desa, sehingga distribusinya lebih merata dan tepat sasaran,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Supervisor Retail Sales DOM (RSD) PT Pertamina Ende, Vian Rafsanjani, menyampaikan dukungan positif terhadap inisiatif Bupati Ende.
Ia menjelaskan bahwa penambahan kuota minyak tanah hanya dapat dilakukan melalui pengajuan resmi dari Pemerintah Daerah kepada otoritas terkait.
“Setahu saya, untuk pengajuan penambahan kuota memang harus diawali dengan permohonan resmi dari Pemda. Kami tentu siap menindaklanjuti jika proses administratif tersebut telah ditempuh,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Vian menyambut baik rencana pendirian agen milik pemerintah sebagai langkah mitigasi atas potensi terulangnya krisis distribusi.
“Langkah tersebut sangat strategis dan dapat memperkuat sistem distribusi di daerah. Kami siap bekerja sama demi memastikan pelayanan energi kepada masyarakat berjalan optimal,” pungkasnya.
Kunjungan ini menandai komitmen serius Pemerintah Kabupaten Ende dalam memastikan ketersediaan energi yang adil dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat, sekaligus membangun sinergi positif dengan stakeholder strategis seperti PT Pertamina.
