Floresupdate.com, Jakarta – Angelius Wake Kako (Angelo) Wakil Ketua I Komite II DPD RI) mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto yang berhasil bernegosiasi dan melobi Presiden AS Donald Trump sehingga tarif impor barang Indonesia ke AS dapat diturunkan dari 32 persen menjadi 19 persen.
“Saya berpikir ini menunjukkan kemampuan diplomasi yang luar biasa dari Presiden Prabowo Subianto sehingga mampu menurunkan tarif impor dari 32 persen menjadi 19 persen. Jadi, ada penurunan 13 persen,” ujar Angelo sapaan akrabnya seusai Sidang Paripurna DPD RI, Kompleks Palrmen, Jakarta, Jumat (18/7/2025)
Senator Angelo menilai Presiden Donald Trump begitu ganas terhadap penetapan tarif impor di semua negara yang menggunakan produk Amerika Serikat (AS).
Dia mengakui bahwa sadar atau tidak sadar ada ketergantungan sebagian negara terhadap produk AS yang sangat tinggi.
“Ini soal kemandirian nasional yang hampir semua negara belum terwujud sehingga ketergantungan produk impor khususnya dari AS itu tinggi,” ungkap Angelo.
Namun, dikatakan Angelo, ketika Presiden Trump menetapkan tarif impor yang tinggi, tentu mengalami goncangan ekonomi yang luar biasa dari negara-negara yang mengimpor produk dari AS.
“Pada saat bersamaan, Presiden Prabowo melakukan lobi dan negosiasi. Hasilnya adalah angka penurunan yang maha dahsyat. Menurut saya, turun 13 persen dari 32 ke 19 persen,” ujar Angelo yang juga mantan Ketua Presidium Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI).

Wakil Ketua Komite II DPD RI ini menjelasakn dampak ekonomi Indonesia terkait penurunan tarif impor AS kepada Indonesia.
“Sudah pasti, harga barang yang semestinya naik apabila tarif 32 persen, minimum kali ini kenaikkan tidak seberapa karena hanya 19 persen,” ugkap Angelo.
Sementara pada saat bersamaan di negara-negara lain, kata Angelo, angkanya akan pasti jauh lebih mahal.
Ke depan, menurut Angelo, harga barang yang sama di negara lain dengan di Indonesia tentu akan berbeda. Sebab tarif impor yang diberlakukan AS ke Indonesia itu berbeda.
“Kita bersyukur mendapat tarif yang rendah ketimbang masih tetap 32 persen,” ujar Angelo.
Lebih lanjut, Angelo menyampaikan ada pesan penting dari gejolak tarif tersebut. Angelo berpandangan persoalan tarif tersebut harus menjadi momentum untuk membangun kemandirian nasional, kedaulatan pangan, kedaulatan energi.
“Ini harus mulai berpikir mengurangi impor. Ketergantungan ke negara-negara lain harus kita kurangi demi membangun kemandirian nasional dan kedaulatan energi,” ujar Angelo.
Angelo pun mengatakan program-program seperti kemandirian nasional, kemandirian energi saat ini sedang dikerjakan oleh pemerintah Presiden Prabowo.

