Floresupdate.com, Maumere – Beredarnya informasi di media sosial terkait seorang guru yang disebut jatuh dan ditinju Bupati Sikka saat rapat di Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) pada Kamis (15/1/2026), dipastikan tidak benar atau hoaks.
Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka melalui Humas menegaskan bahwa kejadian tersebut telah diklarifikasi langsung dari berbagai pihak terkait, termasuk yang bersangkutan, Bupati Sikka, para pejabat pendamping, kepala sekolah yang hadir, serta pihak medis RSUD dr. T.C. Hillers.
Guru yang dimaksud adalah Avelinus Nong, S.Pd, Wakil Kepala Sekolah SDN Hamar, Kecamatan Doreng, yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah. Ia berdomisili di Pelibaler, Desa Wolonterang, Kecamatan Doreng.
Avelinus Nong hadir dalam Rapat Koordinasi Bupati bersama para Kepala Sekolah SD sesi pertama yang berlangsung di Aula Dinas PKO pada pukul 10.00–12.00 WITA.
Dalam rapat tersebut, Bupati Sikka menegur Avelinus Nong karena kedapatan merokok di dalam forum resmi. Teguran disampaikan dalam konteks pembinaan, mengingat guru merupakan figur teladan bagi peserta didik.
Bupati kemudian meminta Avelinus Nong maju ke depan dan menyampaikan penegasan terkait peran guru sebagai panutan moral dan etika, sebagaimana diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (jo. UU Nomor 9 Tahun 2015) serta Kode Etik Guru Indonesia (Permendikbudristek Nomor 67 Tahun 2024).
Sekitar dua menit setelah ditegur, Avelinus Nong tiba-tiba merasa lemas dan jatuh ke depan, sehingga bibirnya membentur lantai dan mengalami luka. Ia tidak ditinju dan tidak dipukul oleh siapa pun.
Kepada Humas Pemda Sikka melalui sambungan telepon pada Jumat (16/1/2026), Avelinus Nong mengaku jatuh karena kondisi fisik yang lemah.
“Saat mendengarkan Bapak Bupati, tiba-tiba saya merasa lemah dan akhirnya jatuh,” ujarnya.
Peserta rapat segera memberikan pertolongan. Avelinus Nong langsung sadar dan menyatakan dirinya dalam kondisi baik. Informasi tambahan menyebutkan bahwa yang bersangkutan kelelahan karena aktivitas lembur pada malam sebelumnya terkait kegiatan sekolah.
Melihat kejadian tersebut, Bupati Sikka turun dari podium dan secara langsung meminta maaf kepada Avelinus Nong jika teguran yang disampaikan dirasa menyinggung perasaan, sekaligus memaafkan tindakan indisiplin yang terjadi. Bupati kemudian meminta agar yang bersangkutan segera dibawa ke rumah sakit.
Avelinus Nong selanjutnya diantar ke RSUD dr. T.C. Hillers oleh Koordinator Pengawas, Arnold Bara. Di Unit Gawat Darurat (UGD), ia mendapatkan perawatan medis berupa lima jahitan pada bibir atas.
Dengan demikian, Pemda Sikka menegaskan bahwa narasi di media sosial yang menyebut adanya kekerasan fisik oleh Bupati terhadap guru tersebut adalah tidak benar.
Pemda Sikka mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta mengedepankan klarifikasi demi menjaga ruang publik yang sehat dan berimbang.
Humas Pemda Sikka








