News  

Porter Pelabuhan L. Say Maumere Mengaku Terlupakan, “Seperti Anak Tanpa Induk” Pasca Gempa Flores

FLORESUPDATE.COM, MAUMERE – Nasib buruh atau porter darat di Pelabuhan L. Say Maumere, Kabupaten Sikka, pascagempa bumi tektonik magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026, menjadi sorotan.

Para buruh pelabuhan yang sebelumnya menjadi bagian dari pemberitaan melalui foto dan video yang viral saat gempa terjadi, hingga kini mengaku belum mendapatkan perhatian yang layak dari pemerintah maupun pihak terkait.

Ketua Buruh Darat Pelabuhan L. Say Maumere, Mikael Ricardus Sengi, mengatakan kondisi para buruh pascagempa memprihatinkan. Mereka harus tetap menjalankan aktivitas untuk memenuhi kebutuhan keluarga, meski ikut menjadi korban dampak bencana.

“Seperti anak tanpa induk. Setelah gempa, kami yang menjadi korban sampai hari ini belum melihat adanya perhatian serius dari pihak yang bertanggung jawab,” ujar Mikael.

Menurutnya, foto dan video para buruh yang berusaha menyelamatkan diri saat gempa terjadi sempat viral dan menyebar luas di berbagai media sosial. Namun, perhatian tersebut dinilai belum berlanjut pada kepedulian nyata terhadap kondisi para buruh setelah bencana.

Mikael berharap pemerintah dan pihak-pihak terkait tidak hanya memperhatikan kerusakan infrastruktur, tetapi juga kondisi masyarakat kecil yang terdampak langsung, termasuk para buruh pelabuhan.

Ia meminta adanya pendataan terhadap buruh yang terdampak serta perhatian dalam bentuk bantuan maupun langkah pemulihan ekonomi agar para buruh dapat kembali bekerja dengan lebih aman.

“Jangan hanya kami terlihat ketika terjadi bencana. Setelah itu kami juga membutuhkan perhatian. Kami adalah masyarakat yang bekerja setiap hari untuk menghidupi keluarga,” katanya.

Ia menegaskan, para buruh pelabuhan tidak menuntut sesuatu yang berlebihan. Mereka hanya berharap pemerintah hadir dan memberikan perhatian kepada masyarakat yang terdampak gempa.

“Harapan kami pemerintah melihat nasib kami. Kami juga korban gempa. Jangan sampai setelah viral, kemudian kami dilupakan,” tegas Mikael.

Para buruh berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera turun ke Pelabuhan L. Say Maumere untuk melihat langsung kondisi mereka dan mencari solusi atas persoalan yang dihadapi pascagempa Flores.

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan, Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!