Bajawa, Floresupdate.com – Senator Muda Angelius Wake Kako (AWK), Anggota DPD RI perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menghadiri doa bersama Novena malam ketiga umat Stasi Santo Agustinus Piga, Desa Piga, Kecamatan Soa, Kabupaten Ngada, Sabtu (22/08/2026).
Doa bersama tersebut digelar umat sebagai bentuk penguatan iman dan permohonan perlindungan Tuhan di tengah situasi gempa bumi yang masih dirasakan masyarakat di Pulau Flores.
Dalam kesempatan tersebut, AWK mendorong pemerintah untuk segera melakukan pendataan secara cepat dan akurat terhadap masyarakat serta fasilitas yang terdampak gempa. Menurutnya, pendataan menjadi hal penting agar bantuan dan penanganan dapat diberikan secara tepat kepada masyarakat yang membutuhkan.
AWK mengatakan, doa bersama yang dilakukan umat menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk menyerahkan seluruh situasi yang terjadi kepada Tuhan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan masyarakat.
“Doa ini menjadi inspirasi kita semua untuk menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Semoga ini menjadi contoh bagi kita semua di satu Pulau Flores,” ujar AWK.
Ia juga menegaskan bahwa dalam situasi bencana seperti saat ini, pemerintah dan seluruh elemen masyarakat perlu bergerak bersama untuk memastikan kebutuhan warga terdampak dapat segera ditangani.
Sementara itu, Kepala Desa Piga, Marselinus Be’i Tena, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Angelius Wake Kako yang telah hadir secara langsung di tengah masyarakat untuk melihat kondisi warga sekaligus memberikan perhatian dan bantuan.
Menurut Marselinus, kedatangan AWK ke Desa Piga bukan merupakan kali pertama. Ia menyebut AWK telah dua kali datang ke kampung tersebut, termasuk ketika masyarakat sedang menghadapi situasi sulit akibat gempa.
“Kali ini, kali kedua AWK datang ke kampung kita. Jadi beliau ini ketika kita mengalami situasi seperti ini, dia datang,” ungkap Marselinus.
Kehadiran AWK di tengah umat Stasi Santo Agustinus Piga diharapkan dapat menjadi bentuk penguatan bagi masyarakat untuk tetap tenang, saling membantu dan menjaga semangat kebersamaan dalam menghadapi dampak gempa bumi.
Doa bersama Novena tersebut juga menjadi momentum bagi umat untuk mempererat persaudaraan serta menyerahkan seluruh proses pemulihan masyarakat dan wilayah terdampak kepada penyelenggaraan Tuhan, sembari terus mendorong adanya langkah nyata dari pemerintah dalam penanganan pascabencana.





