“Kami memiliki produk-produk inovatif, namun kami akui masih ada kelemahan dalam membuat narasi dan visual yang menarik. Pendampingan dari FTBM ini sangat strategis untuk menutupi celah tersebut agar karya siswa kami lebih dikenal masyarakat,” kata Hebner.
Kegiatan ini pun mendapat apresiasi khusus dari Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena. Gubernur menilai langkah FTBM NTT dalam masuk ke lingkungan pendidikan merupakan inisiatif yang cerdas untuk mendorong jiwa kewirausahaan siswa.
“Saya mengapresiasi kegiatan pendampingan ini. Literasi bukan hanya soal membaca buku, tapi juga kemampuan mengomunikasikan karya. Saya mendorong agar pola pendampingan seperti ini dapat diduplikasi di sekolah-sekolah lain di NTT,” ungkap Gubernur Melki.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan sembilan program keahlian di SMKN 5 Kota Kupang dapat segera meluncurkan katalog produk OSOP yang lebih profesional dan siap bersaing di pasar lokal maupun nasional.





