“Kerusakan paling parah itu berada di wilayah Tendaleo, Fataatu, dan Paupanda. Sampai hari ini tidak ada satu pun anggota DPRD Provinsi dari Ende yang datang melihat langsung kondisi tersebut. Ini sangat kami sesalkan,” ujar Alviano.

Ia menilai, sikap tersebut mencerminkan lemahnya keberpihakan wakil rakyat terhadap kebutuhan dasar masyarakat, terutama di sektor infrastruktur. Alviano juga mengingatkan agar masyarakat tidak hanya dijadikan objek kepentingan politik pada masa kampanye.
“Pada saat kampanye, semua datang ke Pantura, mencari suara dan menyampaikan berbagai janji. Namun setelah kompetisi politik selesai, semuanya seolah menghilang. Bahkan ketika infrastruktur rusak parah akibat banjir dan longsor hingga melumpuhkan aktivitas transportasi warga, tidak ada satu pun yang turun untuk berdialog dan mencari solusi bersama,” tegasnya.
Ketua Maurole Project itu juga mengimbau masyarakat Pantura untuk lebih kritis dan reflektif dalam menilai kinerja para wakil rakyat yang telah diberi mandat.





