Opini  

Kesenjangan Digital dan Dampaknya Pada Kesejahteraan Sosial : Siapa Yang Tertinggal di Era Teknologi?

Oleh: Yosefina Itu Mahasiswi Doktoral Prodi Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada-Yogyakarta

3. Ketidakadilan dalam Layanan Publik

Banyak layanan publik, seperti kesehatan dan administrasi kependudukan, kini mengandalkan platform digital. Namun, masyarakat yang tidak memiliki akses atau keterampilan digital sering kali tidak dapat memanfaatkan layanan ini. Contohnya, aplikasi PeduliLindungi selama pandemi menjadi alat utama untuk mengakses fasilitas kesehatan, tetapi sulit diakses oleh masyarakat tanpa smartphone.

4.Marginalisasi Kelompok Rentan

Kesenjangan digital juga memperburuk marginalisasi kelompok rentan, seperti perempuan dan penyandang disabilitas. Survei UN Women 2023 menunjukkan bahwa perempuan di pedesaan Indonesia memiliki akses internet 20% lebih rendah dibandingkan laki-laki, yang membatasi peluang mereka dalam pendidikan dan pekerjaan.

Studi Kasus: Dampak Kesenjangan Digital di Daerah Tertinggal

Di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, kesenjangan digital menjadi salah satu penghambat utama pembangunan sosial. Hanya sekitar 38% rumah tangga yang memiliki akses internet, jauh di bawah rata-rata nasional. Hal ini berdampak langsung pada sektor pendidikan, di mana guru kesulitan mengadopsi metode pembelajaran berbasis teknologi. Dalam wawancara dengan salah satu kepala sekolah dasar di Ende, disebutkan bahwa “hanya dua dari sepuluh guru yang mampu menggunakan perangkat teknologi secara efektif dalam pembelajaran.”

Selain itu, kurangnya akses ke pelatihan online menghambat peningkatan keterampilan masyarakat lokal, terutama dalam sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Padahal, UMKM memiliki potensi besar untuk mendukung perekonomian daerah jika didukung oleh platform digital.

Strategi Mengatasi Kesenjangan Digital

Untuk mengurangi kesenjangan digital, diperlukan pendekatan multidimensi yang melibatkan pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat dilakukan:

1. Investasi dalam Infrastruktur Digital 

Pemerintah perlu mempercepat pembangunan infrastruktur TIK di daerah terpencil. Program Palapa Ring telah menjadi langkah awal, tetapi masih membutuhkan perluasan cakupan dan peningkatan kualitas jaringan.

2. Subsidi dan Bantuan Teknologi Subsidi 

perangkat teknologi dan akses internet untuk keluarga berpenghasilan rendah dapat membantu meningkatkan akses. Contoh yang berhasil adalah program “Internet for All” di India, yang menyediakan data internet gratis untuk masyarakat miskin.

3. Peningkatan Literasi Digital 

Pelatihan literasi digital harus menjadi prioritas dalam program pembangunan manusia. Kemitraan antara pemerintah dan sektor swasta, seperti program Google Digital Garage, dapat menjadi solusi efektif.

4. Kebijakan Inklusif untuk Kelompok Rentan 

Kebijakan harus dirancang untuk memastikan akses yang setara bagi perempuan, penyandang disabilitas, dan kelompok marginal lainnya. Misalnya, menyediakan aplikasi yang ramah disabilitas atau pelatihan khusus untuk perempuan di pedesaan.

5. Mendorong Partisipasi UMKM dalam Ekosistem Digital 

Pemerintah dapat memberikan insentif bagi UMKM untuk beralih ke platform digital, seperti e-commerce, melalui pelatihan dan subsidi teknologi.

Penulis: Rian Laka Ma'u Editor: Redaksi

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan, Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!