“Pemimpin muda yang jadi calon bupati calon wakil bupati di Sikka melalui proses politik karbitan adalah musuh bersama warga Nian Tana Sikka. Gaya politik dinasti terbukti terang benderang menghancurkan konstitusi dan peraturan. Dan, sudah tentu cara kerja dan cara berpikir adalah “CUAN” (untung) sekejab untuk dirinya/kelompoknya bukan untuk warga Nian Tana Sikka”, tegas Marianus.
Menurut Marianus, Calon pemimpin Sikka yang lahir dari modus politik dinasti adalah musuh bangsa Indonesia dan musuh warga Nian Tana Sikka.
“Sikka hari ini butuh pemimpin yang lahir dari pengusaha. Karena filosofi pengusaha adalah reputasi dapat dipercaya serta kerja keras. Pengusaha berpikir bagaimana mendatangkan uang bagi daerah bukan menghabiskan uang, Sikka 2024- 2029 memilih SARR adalah pilihan yang sangat tepat dengan harapan Sikka akan lebih baik dari kemarin”, jelas Marianus.





