News  

Megi Sigasere Desak Penanganan Cepat Longsor Jalur Mbay–Maumere di Maurole

 Floresupdate.com, Ende – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Maurole sejak Sabtu (21/2/2026) malam mengakibatkan bencana tanah longsor yang menutup total ruas Jalan Trans Utara Mbay–Maumere. Peristiwa terjadi di sekitar perkampungan Jitabewa, Desa Niranusa, Kabupaten Ende, Minggu (22/2/2026) sekitar pukul 07.00 WITA.

Material berupa tanah dan bebatuan dari tebing di sisi jalan runtuh dan menutup seluruh badan jalan. Akibatnya, arus kendaraan roda dua maupun roda empat lumpuh total. Jalur tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan wilayah Mbay dengan Maumere serta menjadi penghubung antar kabupaten di Pulau Flores.

Kondisi jalan yang bertikungan dan menanjak memperparah situasi. Material longsor menutup hampir seluruh badan jalan tanpa menyisakan ruang bagi kendaraan untuk melintas. Meski akses terputus, tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materil dalam peristiwa ini.

Aparat dan Warga Bergerak Cepat

Sekitar pukul 10.45 WITA, personel Polsek Maurole bersama warga setempat turun langsung membersihkan material longsor secara manual. Batu-batu berukuran kecil dan timbunan tanah disingkirkan menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari instansi terkait.

Aparat kepolisian juga melakukan pengaturan arus lalu lintas serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintasi jalur rawan longsor, terutama dalam kondisi cuaca ekstrem.

Bhabinkamtibmas setempat turut mengingatkan warga agar tidak memanfaatkan situasi bencana untuk melakukan pungutan liar serta tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama proses penanganan berlangsung.

Anggota DPRD Ende Minta Pemprov dan PJN IV Bergerak Cepat

Anggota DPRD Kabupaten Ende, Megi Sigasare, meminta Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Satker PJN IV NTT segera mengambil langkah cepat dalam menangani longsor yang terjadi di Kecamatan Maurole.

“Saya sudah melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas PU Provinsi NTT untuk segera menangani longsor ini. Informasi yang saya terima, pihak PU Provinsi telah berkoordinasi dengan Satker PJN IV NTT dan Dinas PU Kabupaten untuk mencari alternatif penanganan,” ujarnya.

Ia menegaskan, jalur Mbay–Maumere 

merupakan akses strategis yang menunjang mobilitas masyarakat dan distribusi barang antarwilayah di Flores, sehingga penanganan darurat harus segera dilakukan guna memulihkan aktivitas transportasi dan perekonomian warga.

Hingga berita ini diturunkan, proses pembersihan material longsor masih terus berlangsung.

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan, Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *