“Kepada anak-anak, kami mengajarkan bagaimana mereka dapat berbelanja secara mandiri, dan menantang mereka untuk membeli apa saja yang diinginkan namun dengan jumlah uang yang terbatas. Di situ mereka belajar bagaimana harus menahan diri dan disiplin dengan keuangan untuk mengutamakan kebutuhan daripada keinginan atau kesenangan,” terang Iin.
Sementara itu, pendiri dan pengelola Taman Baca Ila One Nua (ION) Detupau, Vikar Laka, mengaku bangga dan mengapresiasi bentuk kolaborasi yang sangat edukatif ini.
“Apresiasi dan terima kasih untuk Rumah Baca Mustika Ende yang menginisiasi kolaborasi ini sehingga waktu liburan anak-anak sungguh-sungguh diisi dengan hal-hal positif dan edukatif. Mereka pulang dengan membawa pengalaman dan bekal ilmu yang penting,” ungkap Vikar.
Vikar berharap agar dari pengalaman kecil seperti ini, pemerintah daerah melalui Dinas terkait, bisa menggugah para pegiat Literasi di Kabupaten Ende dengan menciptakan event semisal Literasi Sejarah atau Safari Literasi guna mendekatkan anak-anak pada nilai-nilai sejarah yang ada di Ende.
“Mungkin ini menjadi salah satu model pendekatan Kurikulum Merdeka atau Merdeka Belajar ketika anak-anak langsung dihadapkan pada kondisi riil bukan semata teori. Ini juga bagian dari pembentukan karakter anak untuk mengenal dan mencintai kekayaan sejarah yang ada di daerah,” katanya.
“Semoga pengalaman Study Tour ini menjadi inspirasi baru bagi mereka untuk meraih cita-cita dan masa depan mereka dengan tetap menjadikan pendidikan sebagai bekal utama,” harap Iin dan Vikar.


