Tak Punya Identitas Kependudukan hingga Daftar Penerima Bansos, Ibu Dua Anak Di Alor Timur Menggugah Hati Wabup Rocky Winaryo Melayani Masyarakatnya.

Kalabahi, Floresupdate.com — Malang nasib Roswita Langare(23), Seorang wanita muda yang berdomisili di Rt02/Rw03, desa tanglapui, Kecamatan Alor Timur, kabupaten Alor. ditengah kondisi ekonomi yang memprihatikan dan beban psikologi akan tanggungjawabnya sebagai seorang Kepala Keluarga, Ibu dua anak ini tidak memiliki identitas lengkap dalam catatan kependudukan, sehingga otomatis namanya pun tidak terdaftar sebagai Penerima bantuan Sosial dari Pemerintah.

Tak habis pada keadaan tersebut, Kondisi kesehatan anak keduanya (DML, 21 Bulan) juga sangat serius, anaknya itu mengalami infeksi paru, keterlambatan perkembangan otak yang ditandai dengan pertumbuhan lingkar kepala yang tidak sesuai usia, serta peningkatan jumlah sel darah putih hingga dua kali lipat dari batas normal akibat status gizi buruk.

Dari Kunjungan Wakil Bupati Alor dan Bantuan Fasilitas Pelayanan lanjut ke RSU Kalabahi.

Keadaan Roswita yang memprihatinkan ini membuat hati Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, SH, MH, tergerak untuk mengunjunginya. ditengah kesibukan dan agendanya, orang nomor dua di kabupaten Alor tersebut setelah mengikuti Musrenbang di kecamatan ABAD dan ABAD SELATAN, dirinya bersama rombongan yang terdiri dari Ibu PKK Kab Alor, Ny Lydia Siawan, Direktur RS Kalabahi, Anjas Alopada dan Kepala ULP, Yohan Djahari, langsung tancap gas menuju Kediaman roswita tepatnya di lantoka, Kecamatan Alor Timur.

Dikutip dari Akun Media Sosial resmi Wakil Bupati Alor, dirinya Menerangkan bahwa setelah membuka dengan resmi Musrenbang Kecamatan ABAD dan ABAD SELATAN, Ia melakukan kunjungan ke Puskesmas Lantoka dalam rangka melihat langsung kondisi anak dengan status gizi buruk tersebut.

Menurut Wakil Bupati, dalam kunjungan tersebut, dirinya menerima laporan mengenai seorang ibu muda dengan kondisi sosial dan kesehatan yang sangat memprihatinkan. berdasarkan informasi yang diperoleh, ibu RL diperkirakan berusia 23 tahun, telah melahirkan dua orang anak tanpa kehadiran suami. yang bersangkutan tinggal bersama kedua anaknya.”Ibu ini belum memiliki identitas kependudukan, tidak terdata sebagai penerima bantuan sosial desa, tidak memiliki pekerjaan tetap, serta menghidupi kedua anaknya dengan kondisi keterbatasan pangan yang sangat memprihatinkan.

Pihak puskesmas melaporkan bahwa yang bersangkutan mengalami gangguan psikologis akibat tekanan sosial dan ekonomi yang dihadapi.”Ibu RL telah beberapa hari menjalani perawatan di puskesmas dan seharusnya dirujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan lanjutan di Kalabahi. namun, yang bersangkutan menolak untuk dirujuk.

Melalui koordinasi lintas sektor serta pendekatan persuasif, akhirnya ibu RL bersedia dirujuk untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih komprehensif.

Menurut Wakil Bupati, Kejadian ini menjadi refleksi dan peringatan serius bagi seluruh jajaran pemerintahan, khususnya pada tingkat desa. Kondisi seperti ini tidak seharusnya terjadi apabila fungsi pendataan, pendampingan, dan pelayanan sosial berjalan dengan baik.

“Melalui postingan ini, saya menegaskan kepada seluruh jajaran pemerintahan desa di Kabupaten Alor untuk meningkatkan kepekaan sosial, bekerja dengan penuh tanggung jawab, serta memastikan bahwa tidak ada warga (terutama ibu dan anak) yang luput dari perhatian dan pelayanan negara. Kejadian serupa tidak boleh kembali terulang, sebagaimana peristiwa yang pernah terjadi di wilayah Bajawa beberapa waktu lalu.” tegas Wabup Winaryo melalui Postingan Videonya.

Sudah Mendapatkan Penanganan dan Pelayanan di RSU Kalabahi.

Setelah mengumpulkan Informasi, pada Senin, 23/02/2026 siang, Media ini pun berhasil menyambangi Roswita Langare yang sementara menjaga anaknya yang terbaring lemas di Poli Anak RSU Kalabahi.

Roswita yang didampingi Kakak Laki Lakinya Yohanes Langare pun bersedia diwawancarai singkat. Ibu muda tersebut nampak gelisah dan cemas, sembari sesekali menenangkan anak laki laki nya yang menangis karena tangannya dalam kondisi diperban dan dibius.

“Anak Pertama saya itu Perempuan, umurnya 5 tahun, dia ada tinggal di kampung dengan keluarga, yang kedua ini bulan mei genap 1 tahun 5 bulan” ucap Roswita.

Ketika ditanya terkait identitas kependudukan, dirinya mengatakan tidak memiliki dan tidak pernah mendapat bantuan apapun dari Pemerintah. kedua orangtuanya sudah tiada, Ia tinggal bersama anaknya dan Kakak lakilakinya yang berstatus sebagai petani.

“Anak saya yg kedua ini dapat pelayanan kesehatan waktu dia lahir, sejak itu tidak pernah dapat lagi, sampai tiga bulan belakangan dia mulai sakit kejang kejang di tangan dan kaki sampai Pa Wakil bantu kami rujuk ke RS Kalabahi.” ujar Roswita.

Dirinya juga menjelaskan bahwa ia tidak sempat mengenyam pendidikan bahkan Pendidikan dasar, dan saat ini ia merawat dan menghidupi kedua anaknya tanpa kehadiran Seorang sosok Suami.

Sementara itu, Yohanes Langare, Kakak lakilaki yang mendampingi Roswita di RSU membenarkan bahwa Ada kunjungan dari Wakil Bupati Alor kepada saudarinya. Saat itu dirinya lagi di sawah dan ada informasi bahwa Wakil Bupati datang Melakukan kunjungan dan memberikan Bantuan.

Kepada Media, Yohanes menyampaikan ungkapan terimakasihnya kepada Wakil Bupati Alor atas kunjungan dan Bantuan Pelayanan Kesehatan lanjutan bagi Saudarinya.

“Terimakasih Kepada Bapak Wakil Bupati, Pa Rocky Winaryo atas Kunjungan kepada saudari saya dan Bantuan lainnya Juga, semoga Bapak Sehat selalu,diberkati dalam setiap tugas dan tanggungjawabnya”. tutup Yohanes Langare.

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan, Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *