𝗧𝗿𝗮𝗴𝗲𝗱𝗶 𝗦𝗶𝘀𝘄𝗮 𝗦𝗗 𝗱𝗶 𝗡𝗴𝗮𝗱𝗮 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗔𝗹𝗮𝗿𝗺, 𝗗𝗶𝗽𝗼 𝗡𝘂𝘀𝗮𝗻𝘁𝗮𝗿𝗮 𝗗𝗲𝘀𝗮𝗸 𝗘𝘃𝗮𝗹𝘂𝗮𝘀𝗶 𝗦𝗶𝘀𝘁𝗲𝗺 𝗣𝗲𝗿𝗹𝗶𝗻𝗱𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗔𝗻𝗮𝗸

“Ketika seorang anak berada dalam kondisi putus asa hingga memilih mengakhiri hidupnya, itu menandakan adanya kegagalan sistemik dalam menciptakan ruang yang aman, suportif, dan melindungi anak,” katanya.

Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan NTT I, Dipo mendorong pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendampingan psikososial bagi anak usia sekolah. Evaluasi tersebut, menurut dia, perlu mencakup akses terhadap pendidikan dasar yang layak dan berkeadilan, sekaligus penguatan mekanisme deteksi dini terhadap tekanan mental yang dialami anak, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah.

“Tragedi ini tidak boleh terulang. Negara harus hadir secara nyata melalui kebijakan berpihak, sekolah ramah anak, dan lingkungan sosial yang peduli serta melindungi,” ungkap Dipo.

Menutup pernyataannya, Dipo menegaskan bahwa perhatian terhadap anak tidak boleh berhenti pada capaian akademik semata. Negara, kata dia, memiliki kewajiban untuk memastikan adanya pendampingan yang utuh dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.

“Anak-anak perlu dirawat dengan empati dan kehadiran nyata, bukan sekadar kurikulum dan angka prestasi. Setiap anak berhak merasa didengar, dilindungi, dan tidak sendirian,” tutup Dipo.

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan, Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!