Floresupdate.com, Ende – Harapan umat Paroki Onekore dan Paroki Puurere untuk mendapatkan akses jalan yang layak menuju Pekuburan Ae Bambu akhirnya mendapat titik terang. Pemerintah Kabupaten Ende memastikan akan melakukan intervensi terhadap pengerjaan ruas jalan tersebut melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Tahun Anggaran 2026.
Perhatian pemerintah terhadap akses menuju Pekuburan Ae Bambu ini tidak terlepas dari aspirasi masyarakat yang sebelumnya disuarakan Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Ende, Megi Sigasare, dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Ende Tengah.
Kondisi jalan menuju Pekuburan Ae Bambu selama ini menjadi perhatian masyarakat. Akses yang dinilai memprihatinkan tersebut kerap menyulitkan warga, terutama ketika mengantarkan sanak keluarga yang meninggal dunia menuju tempat peristirahatan terakhir.
Bagi umat Paroki Onekore dan Paroki Puurere, Pekuburan Ae Bambu bukan sekadar tempat pemakaman, tetapi memiliki nilai spiritual dan sosial yang penting. Tempat tersebut menjadi bagian dari kehidupan umat sebagai ruang peristirahatan terakhir atau “rumah keabadian”.
Melihat kondisi tersebut, Megi Sigasare secara aktif membawa aspirasi masyarakat ke dalam forum resmi perencanaan pembangunan daerah. Aspirasi itu kemudian mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Ende.
«“Akses jalan ini sangat krusial karena merupakan jalur utama menuju tempat peristirahatan terakhir bagi umat di Paroki Onekore dan Puurere. Kita bersyukur Bapak Bupati memberikan perhatian serius terhadap usulan ini,” ungkap pihak yang mengawal aspirasi tersebut.»
Keputusan Pemerintah Kabupaten Ende untuk mengintervensi pengerjaan jalan menuju Pekuburan Ae Bambu melalui APBD Perubahan 2026 mendapat sambutan positif dari masyarakat dan tokoh masyarakat setempat.
Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk respons pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus menunjukkan bahwa aspirasi yang disampaikan melalui forum perencanaan pembangunan dapat ditindaklanjuti menjadi program pembangunan.
Dengan masuknya perbaikan akses jalan Ae Bambu dalam rencana kerja anggaran perubahan Tahun Anggaran 2026, masyarakat berharap proses administrasi dan penganggaran dapat berjalan lancar hingga tahap pengerjaan fisik di lapangan.
Warga juga berharap perbaikan tersebut nantinya tidak hanya memperbaiki kondisi jalan, tetapi memberikan akses yang lebih aman, nyaman dan layak bagi masyarakat, khususnya ketika mengantar keluarga menuju tempat peristirahatan terakhir.
Bagi umat Paroki Onekore dan Paroki Puurere, perbaikan jalan menuju Pekuburan Ae Bambu menjadi kebutuhan yang memiliki nilai lebih dari sekadar pembangunan infrastruktur. Akses yang layak merupakan bentuk penghormatan terhadap tempat peristirahatan terakhir sekaligus pelayanan terhadap umat dan masyarakat.





