“Berakar di NTT, berlayar ke dunia, membawa pulang harapan bagi keluarga.” Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA
Floresupdate.com, Jakarta — Hari ini, saya, Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA, bersama dr. Augustinus Yohanes KL dan Gregorius Paulus Laka Kaki, ST, melaksanakan audit ISO 9001:2015 dan Maritime Labour Convention (MLC) 2006 di PT Ships Crew Indo Inc., Jakarta.
PT Ships Crew Indo Inc. mulai dirintis pada 2022. Berdasarkan informasi yang disampaikan perusahaan, badan usahanya terdaftar di Indonesia pada 14 Juli 2024 dengan Nomor Induk Berusaha 1807240091924. Dalam menjalankan kegiatan penempatan awak kapal, perusahaan juga menjalin aliansi dengan perusahaan di Filipina.
PT Ships Crew Indo Inc. bergerak di bidang perekrutan dan penempatan awak kapal asal Indonesia, khususnya untuk industri kapal pesiar. Saat ini, lebih dari 700 awak kapal yang ditempatkan melalui perusahaan tersebut sedang bertugas di berbagai kapal, termasuk kapal pesiar Erown Irish, Margaritaville at Sea, dan Norwegian Cruise Line.
Presiden Direktur PT Ships Crew Indo Inc., Mr. Sukarilawan, menegaskan komitmennya untuk menerapkan sistem manajemen mutu sesuai ISO 9001:2015 serta mengelola perekrutan dan penempatan awak kapal dengan memperhatikan ketentuan MLC 2006. Komitmen ini menjadi landasan penting bagi perusahaan dalam melayani ratusan awak kapal dan menjaga mutu kerja sama dengan mitra di berbagai negara.
“Audit ini menilai konsistensi proses perusahaan, kompetensi awak kapal, kejelasan persyaratan kerja, ketertelusuran dokumen, serta efektivitas mekanisme penerimaan dan penanganan keluhan pelaut. Mutu layanan harus senantiasa disertai perlindungan terhadap awak kapal yang ditempatkan,” Hasil audit akan disampaikan setelah seluruh bukti dan temuan selesai dievaluasi. Keputusan sertifikasi selanjutnya ditetapkan melalui proses yang berlaku.
“Sebagai putra NTT, saya mengajak anak-anak muda di kampung halaman untuk berani melihat industri kapal pesiar sebagai pilihan karier internasional. Peluang itu dapat diraih dengan persiapan yang sungguh-sungguh: mengembangkan keterampilan, meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, membangun disiplin kerja, dan melengkapi dokumen yang dipersyaratkan.
Putra putri NTT memiliki kemampuan untuk bekerja dan bersaing di tingkat dunia. Dengan pelatihan yang tepat dan proses penempatan yang bertanggung jawab, mereka dapat memperoleh penghasilan, membantu kesejahteraan keluarga, menggerakkan ekonomi di kampung halaman, serta turut menyumbang devisa bagi Indonesia.
Saya berharap kesempatan kerja yang layak ini dapat membantu mengurangi pengangguran di NTT dan memberi harapan bagi keluarga yang sedang memulihkan diri dari dampak gempa. Karena itu, anak-anak muda perlu mendapat akses pada pelatihan yang terjangkau, informasi lowongan yang jelas, dan perlindungan selama proses perekrutan. Mulailah mempersiapkan diri hari ini. Asal kita dari NTT, tetapi kesempatan kita terbuka ke seluruh dunia,”





