Maumere, floresupdate.com – Tidak menunggu gereja selesai dibangun, umat Stasi Kristus Raja Wetakara, Paroki Santa Maria Imakulata Habi, memilih melangkah lebih dulu dengan iman.
Pada Sabtu, 21 Maret 2026, sebuah peristiwa penuh makna terjadi. Patung Kristus Raja yang merupakan persembahan dari Bapak Junto diarak oleh umat dalam suasana doa dan kebersamaan, lalu diangkat hingga berdiri kokoh di atas kapela yang masih dalam tahap pembangunan.
Dalam hasil wawancara media, Sekretaris Keuskupan Maumere, Rd. Yakobus Dionisius Migo, menjelaskan bahwa prosesi ini bukan sekadar seremoni, melainkan ungkapan iman yang hidup di tengah keterbatasan.
“Umat menjemput patung, mengaraknya bersama, lalu melalui ibadat pemberkatan yang dipimpin Pastor Paroki, Rd. Ferer Merer, Pr, patung Kristus Raja akhirnya ditempatkan di atas kapela sebagai tanda kehadiran dan perlindungan Kristus bagi umat,” jelasnya.
Momen ketika patung perlahan diangkat menggunakan crane menuju puncak kapela menjadi titik paling menggetarkan. Mata umat tertuju ke atas seolah menyatukan harapan, doa, dan keyakinan dalam satu arah yang sama.
Di tengah bangunan yang belum rampung, justru tampak sesuatu yang sudah utuh: kebersamaan dan iman umat.
Rd. Yakobus Dionisius Migo menegaskan, momentum ini menjadi panggilan bagi umat untuk semakin mempersiapkan diri secara rohani, terlebih menjelang Pekan Suci.
“Ini menjadi pengingat bahwa umat harus tetap bersatu, saling menopang, dan terus bertumbuh dalam iman, apalagi menjelang Pekan Suci Paskah,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pentahktaan, Fransiskus Fiani, menyampaikan apresiasi kepada seluruh umat yang telah terlibat aktif dalam menyukseskan kegiatan ini.
“Terima kasih kepada semua umat yang dengan caranya masing-masing telah membantu. Kebersamaan inilah yang membuat perayaan ini bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan terima kasih kepada para penderma serta PUPR Kabupaten Sikka yang telah membantu menyediakan mobil crane, sehingga proses pengangkatan patung ke atas kapela dapat berjalan lancar.
Peristiwa ini menjadi lebih dari sekadar pentahktaan. Ini adalah kisah tentang iman yang tidak menunggu sempurna, tentang umat yang tidak menyerah pada keterbatasan, dan tentang harapan yang terus diangkat setinggi patung yang kini berdiri menaungi mereka.
