Di tengah tekanan dan kualitas lawan yang lebih berpengalaman, para atlet Sikka tampil tanpa gentar. Disiplin, kerja keras, dan mental juang menjadi kunci utama.
“Kami bersyukur anak-anak bisa tampil maksimal. Ini bukan hanya soal medali, tapi pengalaman dan mental bertanding yang mereka dapatkan,” ujar pelatih.
Perjalanan ini juga tidak lepas dari dukungan orang tua dan para donatur yang memastikan tim bisa bertanding hingga tuntas.
Kini, pada Selasa, 7 April 2026, rombongan atlet telah kembali ke Maumere, membawa pulang lebih dari sekadar medali, mereka membawa harapan baru.
“Terus berlatih, jaga disiplin, dan jangan cepat puas. Prestasi lebih besar masih menunggu,” pesan pelatih.
Dari Kupang, satu pesan jelas terdengar:
Sikka tidak lagi datang sebagai peserta tetapi sebagai penantang.



