IKN: Sebuah Gagasan Besar yang Kini Dapat Kita Lihat dengan Mata Sendiri

Floreupdate.com, OPINI – Kemarin saya berkesempatan mengunjungi Ibu Kota Nusantara atau IKN bersama beberapa sahabat. Perjalanan dari Balikpapan kami tempuh sekitar tiga jam. Kami tiba sekitar pukul empat sore, kemudian berkeliling melihat beberapa kawasan dan tentunya mengambil sejumlah foto sebagai kenangan.

Ada pengalaman yang berbeda ketika kita melihat IKN secara langsung dibandingkan hanya menyaksikannya melalui televisi, media sosial, atau pemberitaan. Ketika berada di sana, kita baru dapat merasakan betapa luasnya kawasan ini dan bagaimana sebuah ibu kota baru benar-benar sedang dibangun dari awal.

Saat ini IKN juga telah menjadi salah satu tujuan kunjungan masyarakat. Otorita IKN memang telah membuka sejumlah kawasan kepada publik, termasuk Plaza Seremoni, Taman Kusuma Bangsa, kawasan Istana Negara dan Istana Garuda serta sejumlah ruang publik lainnya. Antusiasme masyarakat untuk berkunjung juga dilaporkan cukup tinggi.

Dari sebuah gagasan menjadi kenyataan

Gagasan memindahkan ibu kota Indonesia sebenarnya sudah muncul sejak masa pemerintahan sebelumnya. Namun pada masa Presiden Joko Widodo, gagasan tersebut masuk ke tahap keputusan politik, perencanaan, penetapan lokasi, penyusunan dasar hukum dan kemudian pembangunan fisik.

Pada 26 Agustus 2019, Presiden Joko Widodo secara resmi mengumumkan bahwa ibu kota baru akan dibangun di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Pada hari yang sama, Presiden juga menyampaikan surat kepada DPR sebagai bagian dari proses pemindahan ibu kota.

Langkah tersebut kemudian memperoleh landasan hukum melalui Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara. Setelah itu dibentuk Otorita Ibu Kota Nusantara dan berbagai peraturan pelaksanaan disiapkan untuk mengatur pembangunan, tata ruang, pertanahan, pendanaan serta pemerintahan IKN.

Pembangunan kemudian bergerak semakin nyata. Tahun 2023 menjadi salah satu periode penting dengan dimulainya berbagai groundbreaking pembangunan hotel, rumah sakit, sekolah, perkantoran, fasilitas perdagangan, energi dan berbagai infrastruktur pendukung. Groundbreaking tahap pertama pada September 2023 bahkan dilanjutkan dengan beberapa tahap berikutnya pada November dan Desember 2023.

IKN memang dirancang berbeda

Yang membuat saya terkesan ketika datang langsung adalah desain kotanya.

Kawasannya sangat luas. Bangunan pemerintahan tidak sekadar ditempatkan sebagai gedung-gedung tersendiri, tetapi dirancang sebagai bagian dari satu kawasan yang mempunyai karakter arsitektur tertentu.

Jalan, taman, ruang terbuka, posisi bangunan, kawasan pemerintahan dan lanskapnya memberikan kesan bahwa Nusantara memang ingin dibangun sebagai kota masa depan.

Konsep resmi IKN sendiri antara lain menempatkan Nusantara sebagai kota hijau, cerdas dan berkelanjutan. Otorita IKN menargetkan ruang hijau yang sangat besar, penggunaan transportasi publik dan mobilitas aktif, pemanfaatan energi terbarukan serta penerapan teknologi digital dalam pelayanan kota.

Namun bagi saya pribadi, keindahan IKN justru semakin terasa ketika malam mulai tiba.

Ketika lampu-lampu kawasan mulai dinyalakan, bangunan, jalan serta lanskap di sekitarnya terlihat sangat berbeda. Cahaya dari kawasan pemerintahan membuat suasana IKN terlihat modern sekaligus monumental.

Pada sore hari kita dapat menikmati arsitekturnya. Pada malam hari kita melihat bagaimana pencahayaan menjadi bagian dari keindahan kawasan tersebut.

Saya dapat memahami mengapa semakin banyak masyarakat datang ke IKN bukan hanya karena ingin mengetahui perkembangan ibu kota baru, tetapi juga karena ingin melihat sendiri sesuatu yang selama bertahun-tahun hanya mereka dengar sebagai sebuah rencana.

Peran Jokowi dalam sejarah IKN

Terlepas dari berbagai pandangan yang muncul dalam masyarakat mengenai biaya, prioritas pembangunan, lingkungan, maupun tahapan pemindahan pemerintahan, satu fakta sejarah akan tetap tercatat: Presiden Joko Widodo adalah presiden yang membawa gagasan pemindahan ibu kota dari tahap wacana menjadi kebijakan negara dan pembangunan nyata.

Keputusan seperti ini tentu tidak sederhana.

Memindahkan pusat pemerintahan sebuah negara sebesar Indonesia membutuhkan keberanian mengambil keputusan, kajian, regulasi, pembangunan infrastruktur serta kesinambungan pemerintahan yang berlangsung jauh melampaui satu masa jabatan presiden.

Dari sudut pandang saya setelah melihat langsung IKN, ada hal yang patut diapresiasi dari Presiden Jokowi: keberaniannya memulai sesuatu yang hasil akhirnya mungkin baru akan dinikmati secara penuh oleh generasi setelah dirinya.

Seorang pemimpin terkadang dinilai bukan hanya dari apa yang selesai ketika ia masih menjabat, tetapi juga dari fondasi apa yang berani ia letakkan untuk beberapa puluh tahun berikutnya.

IKN merupakan salah satu contoh keputusan tersebut.

Jokowi memulai kebijakan itu, pemerintah dan DPR memberikan landasan hukumnya, ribuan pekerja dan berbagai lembaga kemudian membangunnya, sementara pemerintahan setelah Jokowi melanjutkan tahap pengembangannya. Karena itu, Nusantara pada akhirnya merupakan proyek negara yang akan berjalan lintas pemerintahan. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga melanjutkan pembangunan IKN, termasuk pengembangan kompleks legislatif dan yudikatif serta ekosistem pendukungnya.

Melihat IKN dengan mata sendiri

Perjalanan tiga jam dari Balikpapan akhirnya terasa sangat berharga.

Saya datang ketika matahari masih terlihat, menyaksikan kawasan tersebut menjelang senja, kemudian melihat bagaimana IKN berubah ketika malam tiba.

Kami berjalan, melihat berbagai sudut kawasan, berbincang dan mengambil foto untuk kenangan.

Tetapi perjalanan itu bagi saya bukan sekadar perjalanan wisata.

Ada perasaan sedang melihat bagian dari sejarah Indonesia yang masih dalam proses pembentukan.

Mungkin dua puluh atau tiga puluh tahun lagi, ketika kawasan ini sudah dipenuhi kantor pemerintahan, permukiman, sekolah, rumah sakit, transportasi publik dan berbagai aktivitas masyarakat, foto-foto yang kami ambil kemarin akan mempunyai arti yang berbeda.

Kita dapat mengatakan:

“Kami pernah datang ketika Nusantara masih sedang dibangun.”

Dan ketika melihat langsung besarnya kawasan, kualitas sejumlah bangunan, penataan ruang serta keindahannya pada malam hari, saya semakin memahami besarnya gagasan yang dahulu disampaikan Presiden Joko Widodo.

Dalam pandangan saya, salah satu hal yang dapat dikenang dari kepemimpinannya adalah bahwa Jokowi berani memulai pembangunan sebuah ibu kota baru ketika gagasan pemindahan ibu kota selama puluhan tahun sebelumnya lebih banyak berada dalam ruang diskusi.

Kini kita dapat berdiri di tempat itu.

Kita dapat melihat gedungnya.

Kita dapat berjalan di kawasannya.

Kita dapat mengambil foto di sana.

Dan kita dapat menyaksikan sendiri bahwa sesuatu yang dahulu dianggap sebagai sebuah gagasan besar perlahan-lahan telah berubah menjadi kenyataan.

IKN belum selesai. Perjalanannya masih panjang hingga menjadi sebuah ibu kota yang benar-benar hidup. Tetapi fondasinya telah dibangun. Dan sejarah akan mencatat siapa yang berani memulainya.

Dr.ir. Karolus Karni Lando, MBA

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan, Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!