
Floresupdate.com, Belu – Di tengah tantangan pembangunan daerah perbatasan, sebuah inisiatif sederhana namun penuh visi lahir dari tangan dingin Jane Natalia, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) yang dikenal peduli terhadap ketahanan pangan dan kemandirian petani.
Melalui Kebun Jane Belu, Ia merancang sebuah proyek uji coba terpadu yang melibatkan empat sektor sekaligus: pertanian, perikanan, peternakan, dan agrowisata.
“Kebun ini adalah laboratorium hidup saya, untuk menguji secara langsung bagaimana konsep swasembada bisa dijalankan dalam skala kecil—nyata, lokal, dan menyentuh masyarakat bawah,” ungkap Jane Natalia kepada media ini pada Minggu (13/7/2025).
Proyek Mini Swasembada, Bukan Sekadar Kebun.
Berbeda dari proyek-proyek pemerintah yang kerap hanya berhenti di atas kertas, Kebun Jane Belu hadir sebagai model nyata swasembada mini, yang bisa direplikasi oleh masyarakat di desa-desa lain.
Di atas lahan yang berlokasi di Desa Fatuba’a Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu tersebut, Jane dan timnya menanam semangka, pisang cavendish, cabai, dan tanaman lainnya.
“Tujuan saya sederhana: membuktikan bahwa dalam skala kecil pun, keluarga bisa hidup cukup dengan memproduksi pangan sendiri. Ini juga bentuk jawaban terhadap inflasi pangan yang makin tinggi di daerah-daerah perbatasan seperti Belu,” ujar Jane.
Pemberdayaan dan Pendidikan Komunitas.
Tak hanya sebagai pusat produksi, Kebun Jane Belu juga mulai dimanfaatkan sebagai tempat edukasi dan pelatihan masyarakat.
Petani lokal, penyuluh pertanian, pemuda desa, hingga mahasiswa dari kampus-kampus di Atambua bisa ikut ambil bagian dalam proses perawatan hingga panen.
“Kami ingin anak-anak muda melihat bahwa bertani, memelihara ikan dan ternak itu bukan pekerjaan hina. Justru itu pekerjaan yang strategis dan bermartabat,” tegasnya.
Jane pun tengah merancang program Agriwisata Edukatif, yang mengajak pelajar dan masyarakat umum untuk berkunjung, belajar, bahkan ikut merasakan langsung proses bertani dan beternak.
Simbol Perubahan dari Akar Rumput.
Dengan konsep swasembada skala kecil yang kini mulai berjalan, Kebun Jane Belu menjadi simbol bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah kecil dan konsisten. Inisiatif ini mendapat banyak apresiasi dari tokoh masyarakat, pemerhati pertanian, hingga generasi muda Belu.
“Kita jangan selalu menunggu program dari pusat. Kalau bisa mulai dari kita sendiri, dengan apa yang ada, kenapa tidak?” tutur Jane menutup wawancara.
Dengan pendekatan langsung dan kerja nyata, Jane Natalia menunjukkan bahwa politik bukan hanya soal regulasi, tapi soal turun tangan, menyentuh tanah, dan menumbuhkan harapan bersama rakyat kecil.





