Sebagai orang Flores, kami menganggap berkat dari pastor, uskup, apalagi Paus sebagai sesuatu yang sangat istimewa. Kehadiran Paus membawa rasa tenang, bahagia, dan memperkuat iman kami kepada Yesus Kristus. Melalui berkat beliau, kami percaya bahwa iman kami semakin kuat dan hidup kami semakin diberkati.
Paus Fransiskus tidak hanya memberikan kasih kepada umat Katolik, tetapi juga kepada seluruh bangsa Indonesia. Dalam pertemuannya dengan Presiden Indonesia, Paus menuliskan pesan indah: “Tenggelam dalam keindahan negeri ini, tempat perjumpaan dan dialog antar kebudayaan dan agama yang berbeda, saya harap bangsa Indonesia bertumbuh dalam iman, persaudaraan, dan belas kasih. Tuhan memberkati Indonesia.” Kata-kata ini mengajarkan kita untuk menghargai perbedaan, menjunjung tinggi dialog, dan menjadi manusia yang beriman dan penuh kasih.
Saya sebenarnya memiliki tiket untuk mengikuti Misa yang dipimpin Paus di Jakarta, namun sayangnya tidak dapat hadir karena berada di luar negeri. Meskipun begitu, saya tetap merasa terinspirasi oleh setiap pesan yang disampaikan Paus. Salah satu pesan beliau yang sangat menggugah hati adalah: “Berjanjilah pada dirimu sendiri, seburuk apa pun orang memperlakukanmu, jangan pernah menjadi orang jahat, tetaplah berbuat baik.” Pesan ini mengingatkan kita bahwa kebaikan harus selalu menjadi pilihan, bahkan dalam situasi yang paling sulit sekalipun.
Paus juga mengajarkan tentang kesederhanaan. Beliau menolak kemewahan, memilih untuk tinggal di Wisma Kedutaan Italia daripada hotel mewah. Saat berkunjung ke negara lain termasuk kunjungannya ke Indonesia kali ini, Paus tidak menggunakan private jet. Kesederhanaan ini ditunjukkan juga dalam tindakan simbolisnya, seperti saat membasuh kaki para pengungsi dari Suriah yang beragama Islam dan berjilbab. Ini adalah simbol kemanusiaan yang melampaui batas agama dan bangsa.





