Floresupdate com, Ngada — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) GENTASKIN LLDIKTI Wilayah XV yang melaksanakan kegiatan pengabdian di Desa Naru Wolo, Kecamatan Jerebu, Kabupaten Ngada, menggelar pelatihan pembuatan minyak kemiri murni dan minyak kemiri bakar bagi masyarakat setempat.
Kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN yang dilaksanakan berdasarkan hasil observasi terhadap potensi sumber daya alam yang dimiliki Desa Naru Wolo. Salah satu potensi yang dinilai cukup menjanjikan untuk dikembangkan adalah kemiri, yang selama ini menjadi salah satu hasil alam masyarakat setempat.
Melalui pelatihan ini, masyarakat diperkenalkan dengan proses pengolahan kemiri menjadi dua jenis produk, yakni minyak kemiri murni dan minyak kemiri bakar. Pengolahan tersebut memanfaatkan bahan baku yang tersedia di lingkungan desa sehingga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.
Para mahasiswa KKN memberikan pendampingan kepada masyarakat mulai dari proses pengolahan bahan hingga menghasilkan produk minyak kemiri. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola potensi sumber daya alam yang tersedia di desa.
Ketua Koordinator Lapangan KKN GENTASKIN LLDIKTI Wilayah XV mengatakan, pelatihan tersebut diharapkan tidak berhenti sebatas kegiatan selama mahasiswa berada di lokasi KKN. Masyarakat diharapkan dapat melanjutkan proses produksi secara mandiri dan mengembangkan minyak kemiri sebagai salah satu produk unggulan desa.
“Harapan kami, produk yang telah dibuat melalui pelatihan ini dapat terus dikembangkan dan menjadi salah satu produk unggulan Desa Naru Wolo. Dengan demikian, potensi alam yang ada dapat memberikan manfaat dan nilai ekonomi bagi masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, pemanfaatan potensi lokal menjadi produk olahan merupakan salah satu langkah strategis untuk mendorong kemandirian masyarakat sekaligus membuka peluang usaha baru di tingkat desa.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN GENTASKIN LLDIKTI Wilayah XV tidak hanya melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga mendorong masyarakat Desa Naru Wolo untuk melihat potensi sumber daya alam di sekitar sebagai peluang ekonomi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Pelatihan pembuatan minyak kemiri ini diharapkan menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk mengembangkan produk lokal yang memiliki nilai tambah, sekaligus mendukung peningkatan perekonomian dan kemandirian masyarakat Desa Naru Wolo.



