Opini  

Gonzalo, Pergi Terlalu Cepat, Meninggalkan Cinta yang Begitu Dalam

Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA

Floresupdate.com, Opini – Kepergian Gonzalo Gratianus Muga Sada terasa terlalu cepat. Masih banyak harapan yang ingin ia perjuangkan, masih banyak pengabdian yang ingin ia berikan kepada masyarakat Nagekeo. Bagi saya, kehilangan ini sangat pribadi: saya kehilangan seorang sahabat, rekan perjuangan, dan sosok yang saya percaya memiliki masa depan besar dalam memimpin daerahnya.

Saya mengenal Gonzalo sejak bergabung dengan Partai Perindo. Dalam perjalanan politik menuju Pemilu 2024, beliau menjadi salah satu tandem saya di Daerah Pemilihan NTT I. Komunikasi dan kerja sama kami terbangun dengan baik. Dari kedekatan itu, saya mengenalnya sebagai pribadi yang hangat, bersahabat, dan memiliki perhatian besar terhadap masyarakat.

Ada satu percakapan yang kini kembali terngiang. Ketika beliau maju sebagai calon Wakil Bupati, ia berkata kepada saya, “KaE, masyarakat mencintai saya dan mereka akan memilih saya.”

Saya mengenang kalimat itu sebagai ungkapan keyakinan seseorang terhadap hubungan yang telah ia bangun dengan masyarakatnya. Ada rasa percaya, kedekatan, dan kasih yang tumbuh dalam perjalanan pengabdiannya.

Kini, ketika begitu banyak masyarakat Nagekeo menangisi kepergiannya dan ucapan duka berdatangan dari berbagai penjuru Nusantara, saya kembali memahami kedalaman kata-katanya. Kesedihan itu, bagi saya, mencerminkan betapa berartinya Gonzalo dalam kehidupan banyak orang. Ia meninggalkan kenangan yang membuat orang merasa kehilangan seseorang yang dekat dengan mereka.

Kedekatan seorang pemimpin dengan masyarakat terlihat dari kesediaannya memikul persoalan mereka. Dalam masa sulit setelah gempa bumi mengguncang Nagekeo, Gonzalo mengemban tanggung jawab sebagai Komandan Satuan Tugas Penanganan Tanggap Darurat Bencana. Ia turut memperjuangkan kebutuhan warga yang mengungsi serta mendukung upaya bantuan dan pemulihan masyarakat.

Bagi saya, tanggung jawab sebesar itu merupakan pengabdian yang menuntut tenaga, pikiran, dan keteguhan batin. Di balik urusan bantuan dan pemulihan, ada keluarga yang kehilangan rasa aman, anak-anak yang membutuhkan perlindungan, serta orang tua yang menanti kepastian. Beban kemanusiaan itulah yang membuat pengabdiannya terasa begitu berarti.

Saya merasakan pengorbanan lahir dan batin yang besar dalam perjuangannya untuk Nagekeo. Namun, saya tidak ingin mendahului keterangan medis dengan menyimpulkan bahwa kelelahan menyebabkan kepergiannya. Yang ingin saya kenang adalah kesungguhannya menjalankan tanggung jawab kepada masyarakat hingga masa akhir hidupnya.

Gonzalo adalah aset berharga bagi Nagekeo. Secara pribadi, saya pernah menaruh harapan bahwa suatu hari ia akan menjadi Bupati Nagekeo. Harapan itu lahir dari keyakinan saya terhadap kemampuannya, kedekatannya dengan rakyat, dan semangat pengabdiannya. Kini, harapan tersebut menjadi bagian dari kehilangan yang sulit saya ungkapkan.

Gonzalo, engkau pernah berkata bahwa masyarakat mencintaimu. Hari ini, air mata dan doa mereka menjadi kesaksian betapa dalam cinta itu.

Terima kasih atas persahabatan, kerja sama, dan pengabdianmu. Semoga segala kebaikan yang telah engkau tanam terus hidup dalam ingatan masyarakat dan diteruskan oleh mereka yang masih melanjutkan perjuangan untuk Nagekeo.

Selamat jalan, sahabatku. Semoga Tuhan menerima engkau dalam kedamaian abadi, serta memberikan kekuatan dan penghiburan kepada keluarga dan seluruh masyarakat yang berduka.

Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan, Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!