Trainer AI Ready ASEAN, Bapak Wilfridus Kado, yang memandu pelatihan, menjelaskan tujuan kegiatan. “Tujuannya adalah membekali para guru dengan kemampuan dan pengetahuan tentang kecerdasan artifisial agar mereka lebih siap dan kompeten menghadapi tantangan dan peluang terkait AI,” jelasnya.
Ia menambahkan, “Dampak jangka panjang yang kita harapkan adalah terciptanya ekosistem pembelajaran yang inovatif, edukatif, inklusif, dan responsif, di mana setiap insan pendidikan menjadi agen perubahan dalam transformasi digital di sektor pendidikan.”
Melalui kegiatan ini, KGBN Ende dan seluruh pihak terkait berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kapasitas guru, mempersiapkan generasi penerus yang melek teknologi, dan berkontribusi pada percepatan transformasi digital pendidikan di Indonesia, selaras dengan visi AI Ready ASEAN untuk kawasan.





