Floresupdate.com, Manokwari — Penguatan nilai Pancasila dan upaya pencegahan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah menjadi sorotan dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar oleh Anggota MPR/DPR RI Cheroline Chrisye Makalew, S.P., di SMA YPK Oikoumene Manokwari, Papua Barat, Rabu (11/2/2026).
Di hadapan para pelajar, politisi muda besutan Partai NasDem itu menegaskan bahwa sekolah tidak hanya menjadi ruang transfer pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan karakter. Karena itu, praktik bullying tidak boleh mendapat tempat dalam kehidupan pendidikan.
“Sekolah harus menjadi ruang yang aman dan inklusif. Tidak boleh ada intimidasi atau kekerasan dalam bentuk apa pun. Nilai kemanusiaan dan persatuan harus kita jaga bersama,” kata Cheroline.
Ia mengingatkan, perundungan bertentangan dengan semangat Pancasila yang menempatkan penghormatan terhadap martabat manusia sebagai prinsip dasar kehidupan berbangsa. Nilai saling menghargai, gotong royong, dan persatuan, menurut dia, perlu diwujudkan dalam interaksi sehari-hari antarsiswa.
Cheroline juga menekankan pentingnya pendidikan sebagai fondasi masa depan generasi muda. Di sekolah, kata dia, karakter dan wawasan kebangsaan dibentuk untuk menyiapkan pelajar menjadi warga negara yang bertanggung jawab.
“Pendidikan adalah bekal utama. Di sinilah karakter dan kepemimpinan dibangun. Kalian adalah generasi penerus yang akan menentukan arah Papua dan Indonesia ke depan,” ujarnya.
Sosialisasi Empat Pilar yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika tersebut berlangsung interaktif. Para siswa terlibat dalam dialog mengenai toleransi, keberagaman, dan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang saling menghormati.
Melalui kegiatan itu, Cheroline berharap nilai-nilai Pancasila tidak berhenti sebagai materi pembelajaran, tetapi menjadi pedoman dalam perilaku sehari-hari, termasuk dalam membangun budaya sekolah yang bebas dari perundungan.





