Tentu, kebangkitan tidak berarti menutup mata terhadap tantangan. Tata kelola harus matang, investasi harus tertib, sumber daya manusia harus diperkuat, manfaat ekonomi harus dirasakan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan harus dipastikan. Kecepatan penting, tetapi keadilan akan menentukan makna pembaruan itu sendiri.
Pada akhirnya, yang dipertaruhkan dalam transisi energi bukan hanya kapasitas listrik, melainkan keberanian moral untuk berjalan menempuh seluruh jalan Paskah: jujur menghadapi luka, setia dalam kerja sunyi, dan berani melangkah menuju kehidupan baru. Dalam terang itulah, NTT bukan sekadar tempat menunggu masa depan energi Indonesia. NTT adalah tempat memulainya.





