Opini  

Mengkaji Pilkada Langsung: Antara Kedaulatan Rakyat dan Distorsi Biaya Politik

Jika tujuan negara adalah menekan biaya politik dan memperbaiki kualitas demokrasi, maka agenda yang seharusnya didorong adalah reformasi aturan pencalonan, pelarangan tegas mahar politik, keterbukaan dana kampanye, serta penegakan hukum pemilu yang konsisten dan tidak tebang pilih. Tanpa itu, sistem apa pun—langsung atau tidak langsung—akan tetap dikuasai oleh kepentingan elite.

Pilkada langsung bukan kesalahan demokrasi, melainkan koreksi atas masa lalu yang sentralistik dan tertutup. Menghapusnya berarti menarik kembali hak rakyat untuk menentukan arah kepemimpinan daerahnya. Demokrasi memang membutuhkan biaya, tetapi harga yang jauh lebih mahal adalah ketika suara rakyat dianggap tidak lagi penting.

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan, Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!