Lebih lanjut, beliau juga berpesan agar seluruh insan pers tetap menjaga kekompakan, baik sesama awak media maupun dengan institusi Polri. Menurutnya, keterbukaan informasi dan kerja sama yang baik akan sangat membantu dalam menjaga kondusivitas di Kabupaten Ende. Tambahnya.
Sementara itu perwakilan wartawan Ende Dedi Wolo Menekankan bahwa komunikasi yang terbuka adalah kunci utama dalam menjaga kondusivitas dan pembangunan daerah. Beliau mengapresiasi kemitraan yang telah terjalin baik selama ini. Ia menegaskan bahwa hampir semua persoalan di lapangan dapat diselesaikan dengan duduk bersama dan berdiskusi. Kami sering berkomunikasi. Semua bisa kita bicarakan demi kebaikan bersama, Meski hubungan dinilai sangat baik, Kita juga memberikan catatan kecil namun penting bagi bapak bapak pejabat di lingkungan Polres, khususnya pak Kepala Satuan. Kami berharap lebih responsif terhadap konfirmasi dari awak media agar tidak muncul spekulasi atau kecurigaan di masyarakat. Ujarnya.
”Harapan kami, bapak bapak Kasat bisa merespons jika ada teman-teman wartawan yang berkomunikasi. Jangan sampai tidak dibalas, karena itu bisa memicu kecurigaan yang tidak perlu, Kami Wartawan di Ende berkomitmen untuk terus mendukung program kepolisian melalui publikasi yang akurat, Kami dari pihak media juga meminta agar setiap kegiatan Polres yang layak dipublikasikan dapat disampaikan secara transparan”. Ujarnya.
Polisi dan wartawan itu kerjanya sama saja, hanya kami untuk publik (eksternal) dan kepolisian untuk internal. Jika ada kegiatan yang bisa kami publikasikan, mohon segera diinformasikan. tutupnya.
Pertemuan ini menjadi bukti nyata bahwa di Kabupaten Ende, sinergi antara penegak hukum dan pilar keempat demokrasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah komitmen untuk menjaga arus informasi yang sehat bagi masyarakat.
Acara yang ditutup dengan doa bersama ini diharapkan menjadi momentum untuk terus membangun kepercayaan publik melalui pemberitaan yang edukatif dan objektif.