
Kalabahi, Floresupdate.com — Upaya perdamaian antara pemuda Batutenata, Kelurahan Nusa Kenari, dan pemuda Pasar Bawah, Kelurahan Wetabua, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor, berlangsung pada Sabtu, (18/4/2026) sore.
Kegiatan yang digelar di pertigaan Museum 1000 Moko, tepatnya di Jalan Piere Tendean, berjalan dengan aman dan tertib. Acara yang dimulai pukul 17.20 Wita itu dihadiri dari unsur kepolisian, pemerintah kelurahan, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta perwakilan kedua kelompok pemuda yang sebelumnya terlibat konflik.
Dalam sambutannya, perwakilan pemuda Pasar Bawah, Heri Manu, menyampaikan apresiasi kepada Polres Alor yang telah berperan aktif membangun komunikasi sejak awal hingga tercapainya kesepakatan damai. Ia menegaskan bahwa perdamaian ini merupakan inisiatif para pemuda yang menyadari pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
“Kami berharap ini menjadi yang terakhir. Masyarakat sudah jenuh dengan konflik yang berulang,” ujarnya.
Hal senada disampaikan perwakilan pemuda Batutenata, Dony M. Mooy. Dirinya menyebut perdamaian sebagai hasil kerja bersama seluruh pihak, termasuk tokoh masyarakat dan aparat kepolisian. Ia juga mendorong kembali diaktifkannya pos keamanan lingkungan (pos kamling) serta mengedepankan penyelesaian masalah secara kekeluargaan di tingkat kampung.
Sementara itu, Kabag Ren Polres Alor, KOMPOL Sirajudin Dusu, S. Akunt, yang mewakili Kapolres menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam menjaga perdamaian yang telah disepakati. Ia juga mengingatkan kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memicu konflik baru.
“Semua pihak harus berperan aktif dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif,” ucapnya.
Sebagai simbol perdamaian, kedua kelompok pemuda saling berjabat tangan dan melakukan foto bersama. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa. Acara berakhir dalam suasana kondusif.

Kesepakatan damai ini disebut sebagai hasil kepedulian bersama antara tokoh masyarakat, pemerintah kelurahan, dan aparat kepolisian, khususnya Bhabinkamtibmas.
Pendekatan yang digunakan lebih menitikberatkan pada komitmen moral dan pengawasan bersama, tanpa penggunaan surat pernyataan tertulis, guna mendorong kesadaran dan tanggung jawab kolektif di tengah masyarakat.***