Kupang, Floresupdate.com – Kehadiran organisasi kemasyarakatan bukan sekadar menambah jumlah paguyuban di Kota Kupang, tetapi juga menjadi ruang untuk merawat identitas, memperkuat persaudaraan, dan membangun solidaritas di tengah kehidupan masyarakat yang semakin majemuk. Semangat itulah yang melandasi lahirnya Uju Kunu Ende Naimata (UKEN) Kupang, yang secara resmi dideklarasikan dan mengukuhkan kepengurusan perdananya pada Jumat (31/7/2026) malam di Naimata.
Deklarasi tersebut menjadi penanda lahirnya sebuah rumah bersama bagi masyarakat Kabupaten Ende yang berdomisili di wilayah Stasi Santo Fransiskus Xaverius Naimata. Prosesi diawali dengan pembacaan naskah deklarasi oleh Ketua UKEN terpilih, Robertus Mangu Gesiradja, dilanjutkan dengan pengukuhan pengurus oleh Pater Eduardus Dosi, SVD, serta pemberkatan pengurus oleh Kopastor Stasi Santo Fransiskus Xaverius Naimata, Romo Frans Atamau.
Acara yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan itu turut dihadiri para sesepuh masyarakat Ende di Kota Kupang, Camat Maulafa Imanuel Uni, Lurah Naimata, tokoh masyarakat, umat Stasi Santo Fransiskus Xaverius Naimata, serta undangan lainnya.
Dalam sambutan perdananya, Ketua UKEN Kupang Robertus Mangu Gesiradja menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya lahir dari sebuah kerinduan sederhana, yakni menghadirkan wadah yang mampu menyatukan masyarakat Ende yang tinggal di wilayah Naimata.
Menurutnya, UKEN dibentuk bukan untuk membedakan diri dari kelompok lain, melainkan untuk mempererat hubungan kekeluargaan dan persaudaraan agar tetap terjaga di tengah kehidupan masyarakat Kota Kupang yang beragam.
Ia menjelaskan bahwa masyarakat Ende di wilayah Naimata tersebar di berbagai Komunitas Umat Basis (KUB), sehingga diperlukan sebuah wadah yang mampu menyatukan komunikasi, memperkuat solidaritas, dan menjadi ruang untuk saling membantu dalam berbagai aspek kehidupan.
Robertus juga menilai bahwa kehadiran UKEN merupakan bagian dari dinamika positif organisasi kemasyarakatan di Kota Kupang. Ia mencontohkan bahwa di wilayah Naimata telah lebih dahulu hadir organisasi seperti Ikatan Masyarakat Manggarai (IMAN) dan Ikatan Keluarga Lamaholot yang selama ini menjadi perekat warganya. Semangat serupa kemudian menginspirasi masyarakat Ende untuk membangun rumah persaudaraan mereka sendiri melalui UKEN.
Dukungan terhadap berdirinya UKEN juga datang dari Ketua Ikatan Keluarga Kabupaten Ende (IKKEF) Kupang, Siprianus Reda, yang mewakili para orang tua dan sesepuh masyarakat Ende di Kota Kupang.
Ia menyebut lahirnya UKEN sebagai kabar baik bagi masyarakat Ende dan berharap organisasi yang baru berdiri tersebut mampu membangun sinergi dengan IKKEF serta seluruh elemen masyarakat.
Siprianus menegaskan bahwa kolaborasi antarpaguyuban menjadi modal penting untuk menjaga kekompakan masyarakat Ende di tanah rantau. Menurutnya, IKKEF sendiri saat ini terus melakukan pembenahan organisasi agar semakin mampu menjawab kebutuhan masyarakat Ende yang tinggal di Kota Kupang.
Apresiasi serupa disampaikan Camat Maulafa, Imanuel Uni, yang hadir mewakili Pemerintah Kota Kupang. Ia mengatakan pemerintah menyambut baik lahirnya UKEN karena organisasi kemasyarakatan memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah membangun kehidupan sosial yang harmonis.
Menurutnya, organisasi seperti UKEN bukan hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi juga dapat menjadi mitra pemerintah dalam memperkuat persatuan, menjaga ketertiban sosial, serta mendukung berbagai kegiatan kemasyarakatan di tingkat kelurahan maupun kecamatan.
Dengan deklarasi dan pengukuhan pengurus perdana tersebut, UKEN resmi memulai perjalanan sebagai paguyuban masyarakat Ende di wilayah Naimata. Organisasi ini diharapkan menjadi ruang untuk menjaga nilai-nilai persaudaraan, memperkuat semangat gotong royong, serta membangun kolaborasi yang erat dengan Gereja, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan kehidupan bersama yang semakin harmonis.




