Oleh: Veronika Ani Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas PGRI Kanjuruhan Malang
Opini, floresupdate.com – Kehadiran Ikatan Keluarga Besar Nagekeo Kanjuruhan (IKBNK) dalam parade budaya di Universitas PGRI Kanjuruhan Malang bukan sekadar partisipasi dalam sebuah acara kampus. Lebih dari itu, keikutsertaan ini mencerminkan upaya nyata mahasiswa dalam menjaga, merawat, dan memperkenalkan identitas budaya di tengah arus modernisasi yang semakin kuat.

Sebagai mahasiswa, saya melihat parade budaya ini bukan hanya kegiatan seremonial tahunan yang bersifat hiburan. Kegiatan ini memiliki makna yang jauh lebih dalam, yaitu sebagai ruang ekspresi identitas, kebanggaan asal daerah, serta wadah untuk memperkuat solidaritas antar mahasiswa dari berbagai latar belakang budaya.
Dalam konteks ini, IKBNK hadir membawa warna tersendiri dengan menampilkan budaya Nagekeo yang kaya akan nilai dan filosofi.
Di tengah kehidupan kampus yang cenderung homogen dan seringkali berorientasi pada akademik semata, kegiatan seperti parade budaya menjadi penting. Ia menjadi pengingat bahwa mahasiswa bukan hanya individu akademis, tetapi juga bagian dari komunitas budaya yang memiliki akar dan nilai-nilai lokal.
Kehadiran IKBNK dalam parade ini menunjukkan bahwa identitas lokal tidak harus hilang ketika seseorang merantau untuk menempuh pendidikan.
Menurut saya, partisipasi ini juga menjadi bentuk perlawanan halus terhadap globalisasi yang seringkali menggerus budaya lokal. Banyak generasi muda saat ini yang lebih mengenal budaya luar dibandingkan budaya daerahnya sendiri. Namun, melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa justru menunjukkan bahwa budaya lokal tetap relevan, bahkan bisa tampil membanggakan di ruang publik seperti kampus.





