Merawat Jati Diri, Memperkuat Gotong Royong
Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, SH., MH yang diwakili Asisten II Setda bidang Perekonomian dan Pembangunan, Martinus Satban, S.Sos.,M.Si, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh Panitia, para pelaku seni dan budaya, pelaku UMKM, sponsor, aparat keamanan, pemerintah kecamatan Wewaria, para kepala desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta semua pihak yang telah berkontribusi mendukung acara Festival tersebut.
“Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi merupakan ruang untuk merawat jati diri, memperkuat kebanggaan terhadap budaya lokal, sekaligus menjadi wadah bagi masyarakat untuk mewujudkan kreativitas, inovasi, dan semangat gotong royong,” kata Martinus.
Bupati Ende melalu Asisten Martinus menyebut daun lontar sebagai bagian penting dalam perjalanan sejarah masyarakat Flores, khususnya kabupaten Ende.
“Lontar bukan hanya bernilai ekonomis, tetapi juga menyimpan nilai budaya, nilai sejarah, nilai kearifal lokal, bahkan menjadi simbol ketekunan dan kemandirian masyarakat,” kata Martinus.
Oleh karena itu, lanjut Martinus, Festival ini harus terus didorong sebagai agenda tahunan guna pelestarian budaya dan penguatan ekonomi kreatif daerah.
“Jika event ini dikaitkan dengan destinasi wisata, maka kita perlu penataan. Jika wisata dikaitkan dengan dampak ekonomi, maka ada tiga hal penting yakni promotif, berkelanjutan, dan berdaya saing,” jelas Martinus.
Ia menambahkan bahwa harus dibangun gerakan bersama untuk mencintai produk lokal, melestarikan warisan budaya, membuka peluang usaha baru, serta memperluas akses pemasaran bagi para pelaku UMKM serta para pengrajin di kabupaten Ende.





