Festival Daun Lontar; Mengenang dan Melestarikan Kearifan Lokal Ende Lio

Martinus mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah Festival tidak diukur dari kemeriahan acara, melainkan dampak yang bisa dirasakan oleh masyarakat; peningkatan kunjungan wisata, tumbuhnya ekonomi masyarakat, industri kreatif berkembang, serta semakin dikenalnya Kabupaten Ende sebagai daerah yang kaya akan budaya dan kearifan lokal.

Martinus menekankan, Pemda Ende berkomitmen untuk terus mendukung berbagi kegiatan pelestarian budaya yang mampu menjadi kekuatan pembangunan daerah.
“Kita ingin budaya tetap hidup di tengah masyarakat,diwariskan oleh generasi muda dan menjadi bagian penting dari pembangunan yang berkelanjutan,” imbuhnya.

Kepada generasi muda, Bupati Ende berpesan agar terus merawat dan mencintai budaya.

“Jadikan warisan leluhur sebagai sumber inspirasi untuk berkarya, berinovasi, dan membangun masa depan tanpa kehilangan jati diri sebagai orang Ende, Lio, dan Nage,” pungkas Martinus sembari menutup kegiatan Festival secara resmi yang ditandai dengan menabuhkan gendang.

Disaksikan media ini, rangkaian acara juga diisi dengan penyerahan Piagam penghargaan, sertifikat dan uang pembinaan bagi para juara lomba yang diserahkan oleh Asisten II Setda Ende, Camat Wewaria, dan Kepala Desa Eko ae, Dionesius Besu Songgo.

Para peserta dan segenap masyarakat tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara hingga rekreasi bersama yang dibuka dengan tarian tandak (gawi) bersama.

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan, Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!