Floresupdate.com Ende – Sebanyak 175 sarjana baru atau katekis dari Sekolah Tinggi Pastoral (STIPAR) Atma Reksa Ende resmi diwisuda pada Senin (16/2/2026) siang. Prosesi wisuda yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda, serta Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama RI, Drs. Suparman, S.E., M.Si.
Dalam sambutannya, Bupati Yosef Badeoda menyampaikan pesan khusus kepada para katekis muda yang akan segera diutus ke tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab mereka tidak hanya sebatas pengabdian kepada gereja dan bangsa, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam membina iman generasi muda, terutama di era digital yang penuh tantangan.
“Tugas kalian bukan saja menjadi pendidik dan pelayan pastoral, tetapi harus menjadi pembina iman,” ujar Bupati di hadapan para wisudawan.
Bupati Yosef menyoroti kompleksitas tugas yang diemban para katekis saat ini. Ia membandingkannya dengan pengalamannya sendiri sebagai sarjana hukum. Menurutnya, tantangan yang dihadapi para katekis jauh lebih berat karena bersentuhan langsung dengan moral dan masa depan generasi muda di tengah gempuran teknologi.
“Kalau saya bandingkan dengan saya dulu tamatan sarjana hukum, lebih ringan karena tanggungjawabnya hanya berjuang menegakkan keadilan dan kepastian hukum. Kalau kalian lebih berat karena menjaga iman dan masa depan,” tegasnya.
Oleh karena itu, orang nomor satu di Kabupaten Ende ini berharap para katekis untuk terus belajar dan beradaptasi dengan dinamika kehidupan masyarakat digital. Ia mengingatkan bahwa kegembiraan di hari wisuda harus dibarengi dengan kesiapan memikul tanggung jawab besar.
“Hari ini kita boleh bersukacita, tapi di balik suka cita ini kalian punya tanggung jawab yang cukup besar. Kalian harus terus belajar dan beradaptasi dengan kehidupan masyarakat di era digital,” pesannya.
Bupati Yosef bahkan secara spesifik menyebut sejumlah ancaman nyata yang tengah merambah Ende, seperti prostitusi online, judi online, serta pinjaman online ilegal yang dapat merusak generasi muda. Ia mengingatkan para katekis untuk tidak ikut terjerumus dan justru menjadi agen kebaikan.
“Ende hari ini saya dengar sudah mulai ada prostitusi online, juga perkembangan platform ekonomi digital kita yang sangat berbahaya. Ada judi online dan pinjaman online. Jangan sampai ade-ade terlibat dalam dunia zaman now. Saya berharap kalian harus menjadi orang yang bisa membawa kebaikan bagi masyarakat Kabupaten Ende,” imbuhnya.
Sementara itu, Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama RI, Drs. Suparman, M.Si., mengapresiasi penyelenggaraan pendidikan di STIPAR Atma Reksa. Ia berharap ada sinergi berkelanjutan antara pemerintah daerah dan kementerian untuk memperhatikan nasib para lulusan saat kembali ke masyarakat.
“Pastinya kami dari Kementerian Agama memikirkan mereka. Tapi kalau pak Bupati dan Kementerian Agama saling tandem, maka itu namanya bonum commune (kebaikan bersama) dan kita bergerak bersama,” kata Dirjen Suparman.
Prosesi wisuda ini juga turut dihadiri oleh Vikjen KAE, RD Ferdinandus Dhedu; Kepala Kantor Kemenag Ende, Niko Nama Payon; Ketua Yayasan St Petrus Ende; para mitra STIPAR; serta para orang tua wisudawan dan wisudawati. Suasana akademik yang khusyuk semakin semarak dengan sambutan tarian adat Hegong yang dibawakan oleh para mahasiswa STIPAR Atma Reksa untuk menyambut para tamu kehormatan.





