Inilah inti temuan Major NC tersebut: tidak adanya sistem perlindungan anak yang terintegrasi, berbasis data riil, dan berorientasi pencegahan.
Negara terlalu percaya pada data administratif, sementara realitas kemiskinan hidup di luar layar sistem. Sekolah menjalankan kebijakan dengan asumsi semua orang tua mampu, padahal konteks sosial sangat timpang.
Kesehatan mental anak dianggap isu sekunder, sehingga bunuh diri diperlakukan sebagai peristiwa kriminal yang selesai setelah visum dan pemakaman, tanpa refleksi kebijakan yang serius.
Dalam bahasa audit, setelah Major NC ditemukan, langkah pertama yang wajib dilakukan adalah Correction, yaitu tindakan sementara untuk menghentikan dampak lebih lanjut. Dalam konteks tragedi ini, correction seharusnya tidak berhenti pada penyampaian belasungkawa dan permintaan maaf.
Correction yang benar berarti negara segera memastikan bahwa tidak ada anak lain di desa, sekolah, dan kecamatan tersebut yang berada dalam kondisi serupa.
Seluruh siswa dari keluarga miskin harus langsung dipastikan memiliki buku, alat tulis, dan akses pendidikan tanpa tekanan biaya. Data keluarga miskin harus segera diverifikasi ulang di lapangan, tanpa menunggu proses birokrasi panjang.
Sekolah harus menghentikan segala bentuk tekanan pembayaran kepada siswa yang belum mampu, sampai mekanisme keadilan sosial dibenahi. Ini adalah tindakan darurat, bukan solusi jangka panjang, tetapi wajib dilakukan untuk mencegah korban berikutnya dalam waktu dekat.





