Opini  

Kematian Anak Kelas IV SD di Ngada Adalah Kegagalan Sistem: Ini Major NC Bagi Negara

Namun correction saja tidak cukup. ISO menuntut Corrective Action, yaitu tindakan perbaikan untuk menghilangkan akar penyebab agar kegagalan yang sama tidak terulang. Corrective action dalam kasus ini menuntut perubahan kebijakan dan cara kerja.

Pemerintah daerah harus membangun sistem data kemiskinan yang diverifikasi secara berkala dan lintas instansi, sehingga tidak ada lagi keluarga miskin yang terhapus hanya karena KTP berbeda wilayah.

Sekolah harus diwajibkan memiliki mekanisme identifikasi siswa rentan dan pembebasan biaya yang bersifat otomatis, tanpa membuat anak atau orang tua harus meminta dan merasa malu.

Layanan kesehatan mental anak harus dihadirkan secara nyata melalui puskesmas, sekolah, dan komunitas, bukan sekadar wacana.

Gereja dan lembaga keagamaan perlu menata ulang pendekatan pastoral sosial, sehingga umat basis tidak hanya menjadi ruang ibadah, tetapi juga sistem perlindungan sosial yang aktif mengenali keluarga dan anak dalam kondisi paling rapuh.

Lebih jauh lagi, tragedi ini menuntut Preventive Action, yaitu tindakan pencegahan agar risiko serupa tidak muncul di tempat lain. Pencegahan berarti mengubah cara pandang kita terhadap kemiskinan dan anak.

Tidak boleh lagi ada anak SD yang tertekan oleh urusan biaya pendidikan. Tidak boleh ada kebijakan pendidikan yang disamaratakan di wilayah yang secara struktural miskin.

Tidak boleh ada anggaran besar tanpa keberanian memprioritaskan kebutuhan paling dasar. Pencegahan juga berarti membangun budaya audit sosial, di mana pemerintah, sekolah, dan lembaga keagamaan secara berkala mengevaluasi apakah sistem mereka benar-benar melindungi yang paling lemah.

Audit ini tidak cukup dilakukan di atas kertas, tetapi harus diuji dengan satu pertanyaan sederhana: apakah ada anak yang hari ini merasa sendirian, tertekan, dan tidak punya harapan?

Tragedi ini bukan takdir, bukan kutukan daerah, dan bukan semata-mata kesalahan keluarga miskin. Ini adalah kegagalan sistem yang dibiarkan terlalu lama. Menangis adalah reaksi manusiawi, tetapi berhenti pada tangisan adalah bentuk pengabaian berikutnya.

Jika Major NC ini tidak ditangani dengan correction yang cepat, corrective action yang serius, dan preventive action yang berani, maka kematian anak ini bukan yang terakhir.

Anak-anak NTT tidak membutuhkan belas kasihan. Mereka membutuhkan sistem yang adil, negara yang hadir sebelum terlambat, sekolah yang melindungi, dan komunitas yang benar-benar peduli.

Jika tidak, maka setiap kematian anak di masa depan bukan lagi tragedi yang mengejutkan, melainkan bukti bahwa kita memilih untuk tidak belajar.

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan, Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!