News  

Kepemimpinan Uskup Baru Keuskupan Larantuka dalam Semangat Satu Tubuh, Satu Roh, dan Satu Harapan

Menggembalakan dalam Kesatuan: Kepemimpinan Uskup Baru Keuskupan Larantuka dalam Semangat Satu Tubuh, Satu Roh, dan Satu Harapan,” Dr. Ir. Karolus Karni Lando, MBA.

Larantuka – Malam ini saya dan isteri bersyukur memperoleh kesempatan yang sangat berharga untuk bersilaturahmi dengan dua gembala Keuskupan Larantuka, yaitu Bapak Uskup Mgr. Fransiskus Kopong Kung dan Bapak Uskup Mgr. Yohanes Hans Monteiro. Pertemuan ini kami maknai sebagai pertemuan keluarga, perjumpaan yang lahir dari kasih persaudaraan, saling mendukung, dan saling menguatkan dalam iman serta pelayanan kepada umat.

Kunjungan ini menjadi semakin istimewa karena kami hadir menjelang Penthabisan Bapak Uskup Mgr. Yohanes Hans Monteiro yang akan dilaksanakan pada Rabu, 11 Februari 2026. Dalam suasana yang penuh kehangatan selama hampir dua jam, kami berbagi cerita tentang keluarga, perjalanan hidup, dinamika umat, serta harapan bersama bagi masa depan Keuskupan Larantuka. Percakapan tersebut sungguh terasa sebagai dialog hati ke hati dalam satu ikatan iman dan kasih sebagai keluarga besar Gereja.

Dalam pertemuan ini, kami juga menyampaikan dukungan serta rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkat yang dianugerahkan kepada Bapak Uskup Mgr. Yohanes Hans Monteiro, yang telah dipanggil dan dipercayakan untuk menggembalakan umat Keuskupan Larantuka. Pada saat yang sama, kami mengucapkan syukur yang mendalam atas segala berkat, pengabdian, dan pelayanan yang telah diberikan oleh Bapak Uskup Mgr. Fransiskus Kpong Kung bagi Gereja dan umat selama masa pelayanannya. Kehadiran kedua gembala ini menjadi tanda nyata kesetiaan Tuhan yang terus menyertai Gereja-Nya.

Moto pelayanan Bapak Uskup yang baru, “Satu Tubuh, Satu Roh, dan Satu Harapan”, kami rasakan bukan sekadar semboyan rohani, melainkan sebuah arah pastoral yang menyentuh kehidupan nyata umat. Moto ini mengajak seluruh umat Keuskupan Larantuka untuk menyadari bahwa kita adalah satu keluarga Allah, dipersatukan dalam satu iman, digerakkan oleh Roh yang sama, dan berjalan menuju harapan yang sama. Advertising

“Satu Tubuh” mengungkapkan harapan umat akan Gereja yang sungguh menjadi rumah bersama, di mana tidak ada yang berjalan sendiri, tidak ada yang merasa kecil atau tersisih, dan tidak ada yang ditinggalkan. Gereja diharapkan hadir sebagai keluarga besar yang saling merangkul, berbagi suka dan duka, serta bertumbuh bersama dalam kasih.

“Satu Roh” mencerminkan kerinduan umat akan kepemimpinan yang digerakkan oleh Roh Kudus, kepemimpinan yang mau mendengarkan, membimbing dengan kebijaksanaan, dan peka membaca tanda-tanda zaman tanpa kehilangan akar iman. Umat berharap Uskup menjadi gembala yang menenangkan, menguatkan, dan memberi arah di tengah tantangan moral, sosial, ekonomi, dan budaya yang dihadapi masyarakat Flores Timur dan sekitarnya.

“Satu Harapan” adalah harapan akan masa depan yang lebih bermartabat, di mana iman umat semakin bertumbuh, pendidikan semakin diperhatikan, kaum miskin dan kecil semakin dilindungi, serta Gereja semakin berperan aktif dalam membangun manusia seutuhnya. Harapan ini bukan sekadar impian, melainkan cita-cita yang hanya dapat terwujud bila diperjuangkan bersama.

Dalam konteks inilah, dukungan dari seluruh umat dan para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, menjadi sangat penting. Kepemimpinan Uskup yang baru tidak dapat berjalan sendiri, karena Gereja dan masyarakat hidup dalam ruang yang sama dan menghadapi persoalan yang sama, seperti kemiskinan, pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan pembinaan generasi muda. Kerja sama yang saling menghormati antara Gereja dan pemerintah akan memperkuat upaya menghadirkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat.

Pada akhirnya, moto “Satu Tubuh, Satu Roh, dan Satu Harapan” hanya akan menjadi nyata apabila umat, Gereja, dan seluruh pemangku kepentingan berjalan bersama dalam semangat persaudaraan, dialog, dan kerja sama. Dukungan, doa, dan kebersamaan semua pihak akan menjadi fondasi yang kokoh bagi pelayanan pastoral Bapak Uskup yang baru demi masa depan Keuskupan Larantuka yang semakin hidup, beriman, dan penuh harapan.

Kami mengucapkan terima kasih yang tulus kepada Bapak Uskup Mgr. Fransiskus Kpong Kung dan Bapak Uskup Mgr. Yohanes Hans Monteiro atas kesempatan yang diberikan kepada kami untuk bersilaturahmi pada malam ini. Semoga Tuhan senantiasa memberkati pelayanan kedua Bapak Uskup dan seluruh umat Keuskupan Larantuka.

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan, Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *