Opini  

KETIKA NEGARA GAGAL, NYAWA ANAK JADI TARUHAN

Tragedi di NTT ini adalah alarm keras atas kegagalan sistemik negara dalam melindungi warganya yang paling lemah:

  1. Negara gagal menjamin kebutuhan dasar anak
    Ketika seorang anak putus asa hanya karena buku dan alat tulis, maka pendidikan “gratis” terbukti tidak benar-benar gratis. Bantuan sosial tidak menjangkau yang paling membutuhkan, dan negara gagal hadir di level paling dasar kehidupan warga.
  2. Ketimpangan wilayah dibiarkan menjadi takdir
    NTT terus diperlakukan sebagai statistik, bukan darurat kemanusiaan.
  3. Negara reaktif, bukan preventif
    Negara baru hadir setelah tragedi. Sistem perlindungan dini tidak bekerja.
  4. Retorika kepedulian tak sebanding dengan kebijakan
    Ucapan duka tidak cukup jika kebijakan tetap abai.

“Negara boleh besar, anggaran boleh triliunan. Tapi jika anak paling rentan dibiarkan hancur, maka republik hanya tinggal sebuah nama.”

Editor: Redaksi

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan, Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!