Opini, floresupdate.com – Oleh: Alfianus Pilatus. Mahasiswa, Aktivis PMKRI Maumere
Kisah pilu datang dari Nusa Tenggara Timur.
Seorang anak sekolah dasar kelas IV, Maria Ngene, siswi di salah satu SD Negeri di Kabupaten Ngada, memilih mengakhiri hidupnya. Bocah yang dikenal rajin dan berprestasi itu diduga putus asa akibat keterbatasan finansial keluarga, yang membuatnya tak mampu memenuhi kebutuhan paling dasar untuk bersekolah: buku dan alat tulis.
Tragedi ini bukan sekadar duka keluarga. Ia adalah tamparan keras bagi negara.
Di tanah Ngada, seorang “pahlawan kecil” gugur bukan karena perang, bukan karena bencana alam, tetapi karena kemiskinan yang dibiarkan.
Pengorbanannya menjadi pengingat pahit atas kelalaian para elit yang sibuk dengan jabatan, proyek, dan simbol kekuasaan, namun lupa pada tanggung jawab moral yang melekat pada amanat konstitusi.
Kasus bunuh diri anak di NTT ini menunjukkan satu hal yang menyakitkan:
negara gagal menjamin kebutuhan paling dasar warganya.





