Floresupdate.com, Ende – Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia resmi melantik jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) se-Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk DPD Kabupaten Ende yang kini dipimpin oleh Yosefat Yosef Lima.
Pelantikan berlangsung di Aula Arnoldus Jansen, Labuan Bajo, pada Selasa (10/02/2026), berdasarkan Surat Keputusan DPN Nomor 415/SK-DPN/TANI MERDEKA/II/2026.
Sebagai Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Ende, Yosefat Yosef Lima menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi yang bersentuhan langsung dengan kehidupan petani.
“Terima kasih kepada DPN Tani Merdeka yang telah mempercayakan saya sebagai Ketua DPD Kabupaten Ende. Ini merupakan tugas mulia yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, khususnya para petani,” ujarnya.
Fokus Pendampingan dan Kemandirian Pangan
Yosefat menegaskan bahwa Tani Merdeka Kabupaten Ende akan berfokus pada pendampingan petani serta penguatan program pemerintah pusat dalam mewujudkan kemandirian pangan.
Ia menyatakan komitmen organisasinya untuk mengawal agenda Presiden Prabowo dalam mendorong swasembada pangan berbasis produksi lokal.
“DPD Kabupaten Ende siap mendukung program Presiden Prabowo untuk mewujudkan kemandirian bangsa melalui swasembada pangan,” tegasnya.
Menurut Yosefat, kehadiran Tani Merdeka harus dirasakan secara nyata oleh petani. Bentuk konkret dukungan tersebut antara lain melalui fasilitasi alat dan mesin pertanian (alsintan), penyediaan bibit unggul, serta penguatan akses komunikasi dan koordinasi dengan kementerian maupun lembaga teknis terkait.
Ia memastikan seluruh program akan menyasar kelompok tani tanpa memandang latar belakang politik maupun golongan tertentu.
Dukung Pasokan Lokal untuk Program MBG
Lebih lanjut, Yosefat menargetkan agar petani Ende ke depan mampu menjadi pemasok utama bahan pangan bagi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah tersebut.
Dengan peningkatan produksi dan penguatan kapasitas petani lokal, kebutuhan pangan untuk program MBG diharapkan tidak lagi bergantung pada pasokan dari luar daerah.
“Kita ingin kebutuhan pangan untuk MBG bisa disuplai langsung dari ladang dan sawah petani Ende sendiri. Ini akan memperkuat ekonomi lokal sekaligus memastikan keberlanjutan program,” jelasnya.
Pelantikan DPD Tani Merdeka Indonesia se-NTT ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi dalam memperkuat peran petani sebagai pilar utama ketahanan dan kedaulatan pangan di daerah maupun nasional.





