Nagekeo, floresupdate.com – Tudingan penganiayaan yang menyeret nama Ferdinandus Dhosa akhirnya dibantah tegas. Pria yang akrab disapa Ferdin itu angkat bicara, menilai pemberitaan yang beredar tidak sepenuhnya menggambarkan fakta di lapangan.
Dalam keterangannya kepada media ini. Selasa, 17 Maret 2026. Ferdinand menegaskan dirinya tidak pernah melakukan tindakan kekerasan terhadap Kepala Desa Labolewa, Valens Nusa, maupun warga bernama Tobias Dega.
“Saya tidak pernah melakukan penganiayaan. Berita yang beredar terlalu dibesar-besarkan dan tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya,” tegasnya.
Ia juga meluruskan informasi yang menyebut dirinya memukul hingga menjatuhkan korban di area persawahan.
Menurutnya, narasi tersebut tidak benar dan tidak didukung oleh fakta di lokasi kejadian.
“Tidak ada pemukulan seperti yang diberitakan. Ada saksi yang melihat langsung kejadian itu,” ujarnya.
Ferdinand kemudian menjelaskan kronologi sebenarnya. Ia mengaku sudah lama resah karena tanaman padinya di wilayah Pomabala kerap dirusak oleh ternak sapi yang berkeliaran pada malam hari.
Puncaknya terjadi pada Sabtu dini hari (14/03/2026), saat salah satu sapi yang diduga sebagai perusak tanaman akhirnya masuk ke dalam perangkap yang ia pasang.

