Maumere, floresupdate.com – Hutan mangrove di RT 13, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, kini berada di ambang kerusakan serius.
Kawasan yang dulunya lebat dan menjadi benteng alami warga pesisir, perlahan berubah menjadi “lubang kosong” akibat dugaan penebangan yang berlangsung secara diam-diam.
Dari luar, hamparan mangrove masih tampak hijau. Namun di balik itu, bagian dalam kawasan justru telah rusak, menyisakan ruang-ruang kosong yang mengkhawatirkan.
Salah satu warga, Yance Lia, yang tinggal di perbatasan mangrove, mengungkapkan bahwa perubahan tersebut terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
“Kalau masuk ke dalam, sudah tidak seperti dulu. Banyak yang hilang,” ujarnya.
Menurutnya, mangrove yang ditebang bukan tanaman muda, melainkan pohon berusia puluhan tahun yang selama ini berfungsi sebagai penahan abrasi dan pelindung dari angin kencang.
“Yang besar itu bisa sampai 50 tahun. Itu yang selama ini melindungi kami,” katanya.



