Kupang, floresupdate.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mendorong percepatan transformasi digital sebagai salah satu strategi pembangunan daerah.
Namun, di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, NTT masih menghadapi tantangan serius. Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengungkapkan sekitar 60 persen desa di NTT masih mengalami blank spot.
Hal itu disampaikan Gubernur Melki saat menyampaikan Pidato Pembangunan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT, Sabtu (15/8/2026).
Menurut Melki, transformasi digital menjadi bagian penting dari pelaksanaan Dasa Cita Kesembilan, terutama untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah, cepat, terintegrasi, dan semakin dekat dengan masyarakat.
“Transformasi digital NTT dilakukan dengan menyadari bahwa pembangunan teknologi masih menghadapi tantangan yang cukup besar,” ujar Melki.
Ia menyebutkan, berdasarkan data 2024, Indeks Masyarakat Digital NTT berada pada angka 42,32, sementara sekitar 60 persen desa masih berada dalam kondisi blank spot.
Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Provinsi NTT membangun arsitektur Digital NTT Terintegrasi melalui sejumlah langkah, di antaranya pembangunan menara Base Transceiver Station (BTS), pengembangan Smart Village pada 50 desa blank spot prioritas, serta pemanfaatan internet berbasis satelit bagi wilayah kepulauan dan daerah yang sulit dijangkau.
Pemanfaatan konektivitas digital tersebut, kata Melki, terutama diarahkan untuk mendukung sektor-sektor penting seperti pendidikan dan kesehatan.





