Opini, floresupdate.com – Jalan Wolowaru–Jopu seharusnya menjadi penghubung vital bagi masyarakat. Ia bukan sekadar jalur transportasi, tetapi juga denyut kehidupan warga yang menggantungkan aktivitas ekonomi, pendidikan, sosial, dan kesehatan. Akses ini sangat penting, terlebih karena di Jopu terdapat rumah sakit rujukan.
Namun, kenyataan di lapangan berkata lain. Jalan yang mestinya mempermudah mobilitas justru berubah menjadi hambatan, bahkan ancaman bagi keselamatan pengguna.

Menurut Nefftalis Nggaa, kerusakan jalan di ruas Wolowaru–Jopu bukan lagi persoalan baru. Lubang-lubang besar, genangan air, permukaan yang tidak rata, hingga kondisi jalan yang tergenang saat hujan menjadi pemandangan sehari-hari. Kondisi ini memaksa pengendara untuk ekstra hati-hati, memperlambat perjalanan, dan dalam banyak kasus meningkatkan risiko kecelakaan.
Ironisnya, situasi ini terus berlangsung tanpa penanganan yang memadai.
Keluhan masyarakat sebenarnya tidak pernah berhenti. Warga telah berulang kali menyuarakan keresahan, baik secara langsung kepada pihak berwenang maupun melalui media sosial. Dokumentasi kondisi jalan pun kerap beredar, seolah menjadi bukti bahwa masalah ini nyata dan mendesak. Namun, respons yang diharapkan tak kunjung datang. Pemerintah terkesan diam, atau setidaknya bergerak sangat lambat.





