Ketika jalan dibiarkan rusak terlalu lama, pesan yang tersampaikan sangat jelas: ada jarak antara pemerintah dan realitas yang dihadapi warganya.
Sudah saatnya kondisi ini tidak lagi dianggap biasa. Pemerintah perlu hadir dengan tindakan nyata, bukan sekadar wacana. Perbaikan jalan harus menjadi prioritas, disertai dengan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaannya. Selain itu, mekanisme pengaduan masyarakat harus benar-benar ditindaklanjuti, bukan sekadar formalitas.
Pada akhirnya, jalan bukan hanya soal fisik, melainkan juga soal kepercayaan. Ketika pemerintah mampu menjaga dan memperbaiki infrastruktur dasar, kepercayaan masyarakat akan tumbuh. Sebaliknya, ketika jalan dibiarkan rusak tanpa kepastian, kepercayaan itu perlahan akan hilang.
Jalan Wolowaru–Jopu hari ini mungkin hanya deretan lubang dan genangan seperti kolam kecil. Namun, di balik itu tersimpan pesan yang lebih dalam: masyarakat sedang menunggu! bukan sekadar janji, melainkan bukti nyata kehadiran pemerintah.
Karena ketika jalan rusak terus dibiarkan, bukan hanya aspal yang retak, tetapi juga harapan rakyat.




